AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Marifat Doa: Upaya Meraih Rahmat Ilahi (15-18)

image

Bagian 15

Tidak semua doa baik. Ada lima jenis doa yang dilarang di dalam al-Qur'an untuk kita panjatkan pada Allah SWT. 

Pertama, Do'a yang bertentangan dengan hukum alam yang sudah Allah tetapkan dalam kehidupan manusia. 

Di antara yang digambarkan Allah SWT terkait hal ini adalah doa Nabi Nuh as untuk putranya yang tidak ikut di dalam kapal pada saat hanya kapal itulah yang mampu menyelamatkan dari terpaan banjir bandang. 

"Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya". Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, sesungguhnya perbuatannya tidaklah baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya ".(QS 11: 45-45) 

Kedua, Doa yang bertentangan dengan ketetapan Syar'i. Bahwa Allah SWT hanya akan memberikan ampunan atas dosa bagi hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Syarat keimanan adalah syarat Syar'iyyah untuk dapat diampuni. 

"Sekiranya kamu meminta ampun bagi mereka (orang-orang kafir) sebanyak 70 kali maka tidak sekali-kali Allah mengampuni mereka" (QS 9:80). 

Ketiga, Doa mengharapkan hilangnya kenikmatan pada orang lain. "Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya" (QS 20:131). 

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain...dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya." (QS 4:32). 

Mendoakan hilangnya nikmat dari orang lain adalah sesuatu yang buruk sekali pun orang tersebut pernah membuat diri kita menderita. Kebahagiaan hakiki tidak pernah tercapai melalui penderitaan orang lain, kebahagiaan hakiki hanya tercapai melalui keikhlasan. Doakanlah kebaikan sekali pun bagi orang yang memusuhi kita karena kebaikan itu akan kembali untuk kita sendiri.

Bagian 16

Empat, Do'a yang tidak membawa kemaslahatan. Maslahat adalah kebaikan bagi hamba itu sendiri baik dalam urusan dunianya maupun akhiratnya. Adakalanya doa tersebut dipandang baik. Tapi justru menghancurkan diri hamba itu sendiri baik untuk kehidupannya di dunia terlebih kehidupannya di akhirat.

"Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa."(QS 17:11).

"Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat".(QS 27:46).

Lima, Doa minta dihilangkan cobaan (fitnah). Cobaan adalah bagian alamiah kehidupan yang tidak mungkin manusia terlepas darinya.

"Kami akan timpakan kepada kamu sesuatu dari rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan beritakan lah berita gembira pada orang-orang yang sabar" (QS 2:155).

Suatu saat ada seseorang yang tengah berdoa "Ya Allah jangan timpakan padaku cobaan", Rasul yang lewat berkata "Janganlah engkau berdoa demikian, apakah engkau tidak ingin memiliki anak dan istri ? Bukankah Allah berfirman : "Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar". (QS 8:28) Tapi berdoalah "Ya Allah aku berlindung kepadamu dari keburukan cobaan".

Kehati-hatian menjadi sesuatu yang sgt penting dalam berdoa. Pertimbangkanlah kembali apa yang kita minta. Sehingga kita tidak memohon sesuatu yang bakal merusak diri kita sendiri dan justru membuat Allah tidak ridho kepada kita.

Bagian 17 

"Dan Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu" (QS 7:159). Rahmat merupakan kasih sayang tanpa batas dan tanpa peduli keadaan  orang yang disayangi.  

Seorang ibu tetap akan memperlakukan anak-anaknya dengan kasih sayangnya sekali pun berkali-kali luka tergores dihatinya karena tingkah-polah sang anak. 

Di antara harapan utama bagi seorang hamba diperlakukan Allah SWT dengan kasih sayang-Nya. 

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah, merekalah orang-orang yang mengharapkan Rahmat Allah" (QS 2:218). 

Kalau Allah SWT sudah memperlakukan hamba-Nya dengan liputan kasih sayang-Nya maka seluruh keburukan yang selama ini meliputi diri hamba akan sirna di sisi Allah SWT. 

Karenanya al-Qur'an mengajarkan di dalam berdoa untuk  memohon kasih-sayang Allah SWT. 

"Duhai Tuhan kami yang meliputi segala sesuatu dengan kasih sayang dan  pengetahuan" (QS 40:7). 

'Karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" (QS 3:8). 

"Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)". (QS 18:10). 

Bahkan untuk orang tua kitap un Allah mengajarkan untuk memohonkan kasih-sayang untuk keduanya (QS 17:24). 

Mengapa begitu pentingnya berdoa memohon Rahmat Allah SWT? Karena tanpa Rahmat Allah semua berada dalam keadaan celaka. 

"Kalaulah bukan karena kemuliaan atas kamu dan kasih sayangnya maka kamu semua berada dalam keadaan celaka" (QS:64). 

Mohonlah Rahmat Allah SWT di awal dan di akhir doa kita karena hanya dengan Rahmat Allah kita mampu menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Bagian 18

Doa yang tak pernah terputus untuk dibaca oleh seorang hamba sepanjang hidupnya adalah doa memohon petunjuk kepada jalan yang lurus.

"Tunjukillah kami jalan yang lurus" (QS 1: 6).

Doa yang merupakan bagian dari surat al-Fatihah ini otomatis selalu terungkap dalam setiap sholat dan bacaan al-Fatihah kita.

Begitu penting doa ini karena dalam setiap detik kehidupan seorang hamba berhadapan dengan dua godaan baik yang berasal dari Syaithon maupun dari hawa nafsunya sendiri. Keduanya terus menerus tanpa berhenti berupaya menyelewengkan manusia. 

Sebagaimana sumpah Syaithon "Dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya." (QS 15:39)

Seseorang bertanya pada Hasan al-Bashri. "Wahai Syekh, Apakah Syaitan itu tidur ?" Hasan al-Bashri menjawab "Sekiranya Syaitan itu tidur maka kita memiliki kesempatan untuk beristirahat dari godaan syaitan".

Kedua musuh manusia ini begitu berat, Sejak Adam hingga kini betapa banyak manusia terjerembab dalam gelimang dosa dan keburukan karena terperdaya oleh Syaitan dan hawa nafsunya.

"Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya." (QS 4:60).

"Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). (QS 2:257).

Hanya kekuasaan Allah SWT lah yang mampu menyelamatkan seorang hamba dari ketergellinciran.

"Dan Allah-lah yang memberikan petunjuk siapa yang diinginkan-Nya ke jalan yang lurus" (QS 2:213).

"Dengan (kitab itulah) Allah menunjukkan orang-orang yang mengikuti jalan keridhaan-Nya ke jalan keselamatan" (QS 5:16).

Karena hanya Allah SWT yang mampu menyelamatkan kita dari dua musuh utama kita yang setiap saat mengintai kita. Karena itu, pulalah kita tidak pernah boleh berhenti berdoa memohon ditunjukkan jalan yang lurus.

(Dr Kholid Al-Walid, Dosen Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung dan STFI Sadra Jakarta)

Fri, 16 Jun 2017 @11:46

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved