BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Marifat Doa: Upaya Meraih Rahmat Ilahi (19-21)

image

Bagian 19

Ada saatnya kita berada dalam kondisi tidak berdaya, beragam usaha telah kita lewati, beragam rencana pun sudah tak mampu lagi kita rancang, hanya kesendirian kita dalam sebuah kepasrahan takdir, kita merasa terhempas dalam lembah yang tak berujung. 

Padahal itulah saat Allah SWT sangat dekat dengan diri kita. Saat dimana ego sudah tak lagi menguasai diri kita. 

"Dia lebih dekat daripada urat leher..."(QS.60;16). 

"Dia bersamamu dimanapun kamu berada" (QS 57:4). 

Al-Qur'an memberikan contoh do'a-do'a yang dipanjatkan para Nabi-Nya dalam saat ketidakberdayaan. 

"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya:  "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang, Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya" (QS 21:83-84).

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".Nabi-Nabi, Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman" (QS 21:87-88). 

Dalam ketidak berdayaan itulah Allah justru menunjukkan bahwa Dia langsung mengabulkan doa Nabi-Nya. 

Demikianlah jika saat-saat seperti itu terjadi pada kita segeralah memohon kepada Allah SWT karena itulah saat yang paling dekat antara kita dengan Allah SWT. 

Bagian 20 

Berhati-hati jika setiap do'a-do'a kita segera dikabulkan Allah, setiap permintaan kita terwujud, keinginan kita terkabul sedangkan dosa-dosa kita jauh lebih banyak dari amal-amal sholeh.  

Mengapa? Bisa jadi itu satu tanda Allah sudah ingin menghabiskan nikmat-Nya untuk kita di dunia ini dan tidak tersisa bagian apapun di akhirat. 

"Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir" (QS 9:55). 

Orang yang Allah sudah biarkan dirinya hanyut dalam beragam kenikmatan sehingga bertambah jauh dari Allah SWT disebut istidraj. 

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui" (QS 7:182). 

Al-Qur'an bahkan menggambarkan kedudukan hina Bal'am bin Baurah pendeta di zaman Fir'aun yang do'anya selalu diijabah tidak lebih bagaikan anjing yang menjulur-julurkan lidahnya. 

"Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menuruntukan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami" (QS 7:176). 

Ketika do'a-do'a dan permohonan kita diijabah Allah SWT, berhati-hatilah, mohon perlindungan Allah. Jauhkan rasa berbangga hati dan ikutilah dengan rasa syukur yang dalam. 

Bagian 21

Ada empat do'a di dalam al-Qur'an yang biasa kita baca, keempat do'a yang dianggap oleh para 'Arif sebagai 'Ruh al-Sa'adah' (ruh kebahagiaan). Do'a yang tidak semata permohonan, tetapi berisikan pelajaran.

Keempat do'a tersebut: (1) do'a agar Allah mengasihi kedua orang tua. "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS 17;24). 

Kita diperintahkan untuk selalu memohonkan kasih sayang dan mengingat betapa kasihnya orang tua kita mengahadapi seluruh ulah kita. Bahkan dalam.menyampaikan doa tsb diperintahkan untuk merundukkan diri kita dengan kasih sayang bagaikan seekor ayam yang melindungi anak-anaknya dengan sayapnya. Mereka adalah kunci-kunci kesuksesan dunia akhirat kita. Ketika kita membaca doa ini kita tengah membuka pintu Rahmat Allah dengan kunci-kunci yang kita panjatkan. 

(2) doa memohon kelapangan dada. "Tuhan lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku hilangkan kekakuan dari lidahku" (QS 20:25-26). Dada yang lapang membawa kita menjalani kehidupan dengan ikhlas dan syukur. Dada yang sempit hanya membawa keresahan dan kebencian. Dada yang lapang akan membawa kecintaan dan kasih sayang dengan dada yang sempit dan keras hanya menumbuhkan permusuhan. "Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati sempit pastilah mereka menjauhkan diri dari sisimu” (QS 3:159). Hanya dengan dada yang lapang mampu mengarungi kehidupan dengan kebahagiaan. 

(3) do'a memohon ditambahkan ilmu. "Ya Tuhanku Tambahkan ilmu bagiku" (QS 20:114). Ilmu adalah cahaya yang menuntun kita menjadi manusia, tetapi di samping ilmu kita memohon anugerah pemahaman sebagaimana doa Rasulullah Saw: "Duhai Tuhanku, tambahkan padaku Ilmu dan Pemahaman" dan pemahaman yang dimaksud tidak lain pengetahuan agama dan ketuhanan. Karena itu, membawa manusia menyadari hakikat kehadiran dirinya di alam ini. "Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama" (QS 9:122). 

(4) do'a memohon kebahagiaan dunia dan akhirat. "Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (QS 2:201). Kebahagiaan yang abadi adalah harapan utama manusia dan doa ini mengajarkan kita akan hal itu. Namun, dari rangkaian dari doa sebelumnya seakan al-Qur'an mengajarkan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat hanya dapat dicapai dengan pelayanan kepada orang tua, kelapangan dada menghadapi beragam fragmen dan ilmu serta pemahaman terhadap agama, semuanya menjadi kunci untuk menggapai kebahagian dunia dan akhirat. 

Selamat mengamalkan do'a-do'a ini semoga Allah menganugerahkan untuk kita kebahagiaan dunia dan akhirat. 

(Dr Kholid Al-Walid, Dosen Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung dan STFI Sadra Jakarta)

Mon, 19 Jun 2017 @16:07

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved