CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Sayyid Fadhlullah: Mode dan Gaya Pakaian

image

Soal: Berhubung mode dan gaya-gaya terbaru telah menjadikan suatu permasalahan yang kontroversial, bagaimanakah pakaian standar yang sah? 

Jawab: Islam tidak mempersulit sesuatu karena gaya berdasarkan sikap sosial masyarakat di mana mereka tinggal. Kaum Muslimin diwajibkan mengenakan pakaian khas agar dapat diidentifikasi dan dibedakan dari kaum kafir yang mendominasi saat itu. Berkenaan dengan ini, tatkala Imam Ali bin Abi Thalib as diminta menjelaskan sabda Nabi Muhammad saw: “Semirlah rambut ubanmu dan janganlah seperti orang-orang Yahudi,” apakah berarti bahwa kita harus menyemir rambut kita? 

Beliau menjawab bahwa perintah tersebut diberlakukan tatkala kaum Muslimin masih minoritas. Tetapi tatkala jumlahnya meningkat maka tidak perlu lagi membedakan fisik mereka dari kaum yang lainnya.

Selain itu, sebagian ahli fikih memperingatkan akan perkataan Nabi yang berbunyi: “Cukurlah kumismu, hindarilah janggutmu, dan jangan berpenampilan seperti kaum Yahudi,” bukanlah suatu yang konstan dan permanen. Hadis ini dikeluarkan ketika terdapat suatu kebutuhan. Akan tetapi, karena jumlah kaum Muslimin telah meningkat (maka) kebutuhan ini telah berlalu. Tolok ukur berpakaian yang legal merupakan pilihan, rasa, dan menurut cara hidup mereka.[] 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Terjemah dari kitab al-Fiqh al-Hayat. Cianjur: Titian Cahaya, 2005).

Wed, 21 Jun 2017 @20:58

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved