AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Marifat Doa: Upaya meraih Rahmat Ilahi (22-25)

image

Bagian 22

"Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya" (QS 35:10). Al-Kalim al-Thayyib, yang diterjemahkan dengan perkataan-perkataan yang indah selain dimaknai sebagai ke-imanan namun lebih dekat bermakna do'a-do'a seorang hamba dan rintihan atas dosa-dosanya.

Dalam hadist Qudsi Allah SWT isyaratkan; "Demi Keagungan-Ku, sekiranya di bumi ini sdh tdk ada lagi hamba-Ku yang berbuat dosa maka akan Aku hancurkan bumi ini dan Aku gantikan dengan bumi yang lain sehingga ada hamba-hamba-Ku yang berbuat dosa dan memohon ampunan atas dosa-dosanya. Sungguh tidak ada suara yang lebih indah di sisi-Ku kecuali rintihan para pendosa yang memohon ampunan akan dosa-dosanya" (Kalimatullah Hiya Ulya). 

Lanjutan ayat di atas mensyaratkan diangkatnya doa-doa melalui amal shaleh yang kita persembahkan. Bisa jadi yang dimaksud adalah perbuatan baik yang kita kerjakan sehingga membuat Allah ridho dan menerima doa kita,  tetapi Amal Sholeh juga berarti Shodaqoh dan Infaq yang kita alirkan kepada saudara-saudara kita yang fakir dan miskin. Rasul yang mulia bersabda ;"Shodaqoh itu mempercepat Ijabah". 

Jadi, ketika kita ingin do'a-do'a kita segera naik kesisi Allah SWT dan mendapat jawaban angkatlah doa-doa itu  melalui infaq dan shodaqoh. Semakin besar hajat agar doa kita diperkenankan Allah  tidak salah jika semakin besar pula nilai yang kita shodaqohkan dan kita alirkan kepada mereka yang hidupnya masih dilanda beragam kesulitan dan penderitaan. 

Bagian 23

Mungkin kita semua pernah menginginkan sesuatu terjadi segera atau mengharapkan hal yang baik berlangsung selama hajat tertentu sdengan kita laksanakan. 

Orang tua mengharapkan anaknya dapat diterima disekolah yang baik, seorang suami mengharapkan keselamatan istri dan anaknya ketika melahirkan, seorang gadis berharap mendapatkan pasangan yang shaleh, dan lainnya. 

Sekiranya kita menginginkan harapan kita segera terwujud disamping do'a, Allah SWT mengajarkan kita utk mengikat janji dengan-Nya melalui apa yang disebut al-Qur'an dengan kata "Nazar". 

Al-Qur'an mencontohkan sosok-sosok mulia yang mengikat nazarnya dihadapan Allah SWT: "Ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".(QS 3:35). 

"Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini".(QS 19:26). 

Allah SWT juga menggambarkan upaya hamba-hamba-Nya yang shaleh agar terhindar dari keburukan melalui Nazar; 

"Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana."(QS 76:7). "Hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka"(QS 22:29). 

Suatu saat Rasulullah Saw  melihat kedua cucunya al-Hasan dan al-Husein yang dlm keadaan demam. Kemudian Rasul berkata kepada Ali. "Wahai Abal Hasan bernazarlah agar Allah menyembuhkan kedua putramu", Ali berkata "Aku bernazar utk berpuasa tiga hari sebagai syukurku kepada Allah", Nazar Ali diikuti istrinya Fathimah dan pembantunya Fiddhah. Dan Allah menyembuhkan kedua cucu Rasulullah Saw tersebut. 

Jika Allah dan Rasul-Nya saja mengajarkan Nazar, tidak salahnya kita melakukannya dengan mengikat janji antara diri kita dengan Allah SWT jika ada hal-hal yang baik yang kita inginkan terjadi dlm kehidupan kita. Melalui Nazar Allah ingin melihat kesungguhan kita. 

Bagian 24

Ada dua jenis do'a. Pertama, do'a hamba terhadap Tuhannya. Do'a jenis ini  berisikan permohonan, permintaan dan harapan. Tujuan dari do'a-do'a seperti tidak lain adalah agar Allah SWT mengabulkan permohonan dan permintaan serta mendekatkan harapan.  

Umumnya do'a-do'a yang ada masuk jenis pertama ini: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" (QS 3:8). 

"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."(QS 25:74). 

Kedua, do'a Kekasih dengan Kekasihnya. Do'a jenis kedua ini bukan lagi permintaan atau permohonan akan tetapi berisikan ekspresi kecintaan dan kerinduan. Doa adl alat ekspresi utk mengadukan kegundahan, kerinduan dan rasa cintanya yang memuncak kepada Allah SWT. Do'a jenis ini disebut juga "Munajat". 

"Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu".(QS 3:31). "Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah."(QS 2:165). 

Bagi mereka Allah begitu dekatnya: "Jika hamba-Ku mencari-Ku sesungguhnya Aku dekat, Aku menjawab setiap do'a ketika mereka berdo'a" (QS 2:186). 

Keindahan bagi mereka adalah rebah sujud dalam pelukan cinta kasih Ilahi, tetes-tetes air mata kerinduan adl permata-permata yang ia persembahkan untuk kekasihnya. 

Baginya Do'a adalah pengikat hatinya dengan kekasihnya, setiap kata yang terucap adalah senandung pilu para perindu. Kebahagian nya tidak lagi bergantung pada sesuatu yang diberikan Tuhan untuknya tetapi kebahagiaannya adalah bersama kekasihnya, kebahagiaannya hanyalah berada dlm dekapan kekasihnya. Tak lagi ada keinginan di hatinya kecuali keridhoan sang kekasih. 

Dengarkanlah Do'a kekasih Allah, cicit Rasulullah Saw, Ali Zainal Abidin berikut ini: 

"Ya Allah

Jadikan kami di antara orang-orang yang kedambaannya adalah mencintai dan merindukan-Mu

Nasibnya hanya merintih dan menangis 

Dahi-dahi mereka sujud karena keagungan-Mu

Air mata mereka mengalir karena kebesaran-Mu

Hati-hati mereka terikat pada cinta-Mu

Kalbu-kalbu mereka terpesona dengan Haybah-Mu

Aku memohon cinta-Mu 

Dan Cinta orang yang mencintai-Mu

Dan cinta pada perbuatan yang membawaku ke sisi-Mu

Jadikan Engkau lebih aku cintai dari selain-Mu

Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridho-Mu

Kerinduanku pada-Mu mencegahku dr bermaksiat kepada-Mu

Anugerah kan padaku memandang-Mu

Tataplah diriku dengan tatapan kasih-sayang-Mu

Jangan palingan wajah-Mu dariku

Ya Arhamar Rahimin."

Semoga Allah meletakkan di hati kita manisnya cinta kepada-Nya.

 

Bagian 25

Rasulullah Saw bersabda : "Do'a adalah kunci Rahmat dan pelita di kegelapan". 

Melalui do'a-do'a kita di bulan Mustajab ini terbukalah pintu kasih sayang Allah, cahaya pelita di hati perlahan kembali bersinar.

Do'a-do'a menghiasai tiap detak waktu di siang dan malam. Air mata membasahi sajadah ketika sujud, hidangan ruhaniah perlahan membasuh jiwa dan kini saatnya semua keindahan telah berada di ujung jangkanya. 

Entah berikutnya keberkahan Ramadhan kembali kita jumpai ataukah ajal memutus semua harapan. 

Sebelum saat-saat ini berakhir marilah sejenak kita ucapkan doa perpisahan untuknya:

 

Ya Allah

Bulan ini

telah hadir ditengah kami,

Telah menemani kami

Tiba-tiba ia meninggalkan kami

Ya Allah

Kami pecinta bulan ini

Dengannya telah kau muliakan kami

Pastikan bagi kami ampunan-Mu

Sampaikan sisa umur kami dengan Ramadhan yang akan datang

Ya Allah

Apa saja dosa besar dan kecil yang kami kerjakan di bln ini

Tutuplah kami dengan penutupan-Mu

Ampuni kami dengan ampunan-Mu

Ya Allah

Dengan berlepasnya bulan ini

Lepaskan kami dari kesalahan kami

Jadikan kami dengan bulan ini

Orang yang paling bahagia

Orang yang paling besar memperoleh bagian.

Orang yang paling tinggi mendapat keuntungan. 

Jadikan kami di sisi-Mu orang-orang yang bertaubat

Yang telah Kau pastikan bagi mrk cinta-Mu

Yang Kau terima kembali utk kembali mentaati-Mu

 

Ya Allah

Ampuni juga ayah dan ibu kami

Dan semua pemeluk agama kami

Yang terdahulu dan yang kemudian hingga hari kiamat.

Ya Arhman Rahimin.

 

Semoga setitik persembahan  dari  Kuliah Ramadhan "Ma'rifat Do'a" selama bulan Ramadhan membantu kekhusyukan kita semua dlm meraih Rahmat Ilahi. 

Di penutup kuliah Ramadhan ini saya ingin mengucapkan: 

Selamat kembali Fitri, selamat kembali suci.

Saya dan keluarga Mohon maaf lahir dan batin.

(Kholid Al-Walid dan Keluarga)

 

 

Fri, 23 Jun 2017 @05:43

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved