Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Qunut Sebelum Rukuk [by M.Bhagas]

image

Seperti kita ketahui mayoritas Sunni di Indonesia dan di negara lain melakukan qunut setelah rukuk dalam shalat. Berbeda dengan Syi‘ah yang melakukan qunut sebelum rukuk.

Beberapa pihak mungkin akan merasa aneh, menyalahkan, bahkan menilai sesat Syi'ah yang melakukan qunut sebelum ruku’. Masa hanya karena berbeda dengan mayoritas lantas dianggap sesat?

Sebelum merasa aneh, menyalahkan, atau menilai Syi‘ah sesat, mari kita buka dulu dua kitab hadits atau riwayat Sunni. Ini juga menunjukkan bagaimana tradisi qunut di masa-masa awal Islam. 

Kitab Pertama

Dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, juz 3 halaman 242, riwayat no. 7107 berikut: 

حدثنا أبو بكر قال حدثنا وكيع بن الجراح قال حدثنا سفيان عن مخارق عن طارق بن شهاب أنه صلى خلف عمر بن الخطاب الفجر فلما فرغ من القراءة كبر ثم قنت ثم كبر ثم ركع

Dengan sanad yang sampai kepada Thariq bin Syihab bahwasanya ia shalat shubuh di belakang ‘Umar bin Khatthab. Ketika ‘Umar selesai membaca (surah), ia bertakbir kemudian melakukan qunut, kemudian takbir untuk ruku’. 

Kitab Kedua

Dalam kitab Mushannaf ‘Abdurrazzaq, juz 3, halaman 113, riwayat no. 4973 berikut: 

عبد الرزاق عن جعفر عن عوف قال حدثني أبو رجاء العطاردي قال صلى بنا بن عباس صلاة الغداة في إمارته على البصرة فقنت قبل الركوع

Dengan sanad sampai kepada Abu Raja’ Al-‘Utharidi yang berkata: Kami shalat subuh bersama Ibnu ‘Abbas pada masa kepemimpinannya di Bashrah, ia melakukan qunut sebelum ruku’ (rukuk).

Status Riwayat

Riwayat pertama, pada footone (catatan kaki) no. 4, muhaqqiq kitab berkomentar:

إسناده صحيح Sanadnya shahih. Riwayat kedua, sanadnya shahih sampai pada Ibnu ‘Abbas karena semua perawinya tsiqah. 

Pelajaran Penting

Pertama, orang yang menyalahkan bahkan menilai Syi'ah sesat karena qunut Syi‘ah berbeda dengan mayoritas Muslim Sunni, maka secara tidak langsung ia juga telah menyalahkan dan menilai sesat dua sahabat Nabi Muhammad Saww yang juga melakukan qunut sebelum ruku’ (rukuk), yaitu Ibnu ‘Abbas dan ‘Umar bin Khatthab. 

Kedua, bagi Sunni yang mengaku mengikuti sahabat, pengakuan Anda itu palsu bila tidak melakukan qunut sebelum ruku’ (rukuk) seperti Ibnu ‘Abbas dan ‘Umar bin Khatthab.

Referensi

Abi Bakr ‘Abd Allah bin Muhammad bin Ibrahim Abi Syaibah, al-Mushannaf, tahqiq: Abi Muhammad Usamah bin Ibrahim bin Muhammad, cet. 1, juz 3 (Kairo: al-Faruq al-Haditsiyyah, 1429 H/2008 M), riwayat no. 7107, hal. 242. 

Abi Bakr ‘Abd al-Razzaq bin Hammam al-Shan‘ani, al-Mushannaf, tahqiq: Habib al-Rahman al-A‘zhami, cet. 2, juz 3 (Beirut: al-Maktaba al-Islami, 1403 H/1983 M), riwayat no. 4973, hal. 113. 

[M.Bhagas adalah peminat kajian Sunni dan Syiah]


Thu, 29 Jun 2017 @14:20

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved