AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Renungan Mengenal Diri (3): Struktur Jiwa Manusia

image

Atas pertanyaan teman tentang jiwa manusia. Berikut ini adalah jawaban yang bisa saya berikan: yang perlu dicermati ketika bicara jiwa dan divisinya adalah perbedaan tinjauan tentang jiwa antara filosof dan sufi. Kalau para filosof, sebagai kaum rasionalis, lebih menekankan akal. Bagi mereka, akal adalah jiwa manusia, yang dibedakannya dengan jiwa tumbuhan dan jiwa hewani yang juga ada dalam diri manusia.

Selagi ada dalam tubuh ia disebut jiwa rasional, tetapi ketika bercerai dengan tubuh ia disebut akal, dan akal itu merupakan substansi rohani. Karena itu, dilihat dari sifat dasarnya ia juga bisa disebut ruh, yang tidak ikut mati dengan kematian tubuh. Sumber utama mereka adalah filsafat Yunani. Para filosof membagi jiwa ke dalam tiga bagian: syahwiyyah (syahwat), ghadhabiyyah (marah) dan nuthqiyyah (rasional) yang nenjadi ciri khas manusia. Kadang jiwa rasional ini disebut dengan akal saja. Para filosof jarang sekali menguraikan "ruh" atau "qalb," tetapi mereka menggunakan istilah nafs dan akal, ketika membahas jiwa manusia.

Para sufi melihat jiwa manusia agak berbeda, tapi pada dasarnya tidak bertentangan. Karena itu ada sufi, seperti al-Ghazali yang mencoba mengkombinasikan konsep para filosof dan sufi. Bersumber pada al-Qur'an, mereka bicara tentang nafs, qalb dan ruh. Nafsu kadang diterjemahkan sebagai nafsu, ada juga jiwa, ada juga diri (self), tergantung pada konteks dan penafsiran sang sufi. 

Nafs dibagi ke dalam beberapa bagian, tergantung pengarangnya. Ada yang membaginya menjadi 3: nafsu amarah, lawwanah dan muthma'innah. Ada juga 7: ammarah, lawwamah, mulhamah, muthma'innah, radhiyyah, mardhiyyah, dan kamilah. 

Qalb, biasanya diterjemahkan sebagai hati. Tapi al-Ghazali kadang menyamakannya dengan ruh. Hakim Turmudzi membagi qalb menjadi 4: shudur, qalb, fu'ad, dan lubb. Ruh dibagi oleh tarekat Khalwati ke dalam 7 tingkat: ma'dani, nabati, haiwani, nafsani, insani, sirr dan sirr al-asrar.  

Saran saya supaya tidak bingung, pahami jiwa menurut perspektif yang digunakannya: filosofis atau sufistik. Mencampur adukkan keduanya bisanya menjadi sumber kebingungan bagi pelajar psikologi Islam. Terima kasih, semoga manfaat! 

(Mulyadhi Kartanegara adalah Gurubesar Filsafat Islam)


Wed, 5 Jul 2017 @18:10

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved