AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Sayyid Fadhlullah: Benarkah Islam Berlebihan dalam Jilbab?

image

Soal: Orang-orang Barat menuduh Islam berlebihan atas konsep jilbab karena seorang wanita berjilbab yang tidak memakai make up pun juga menggoda laki-laki? 

Jawab: Sesungguhnya, pernyataan di atas tidaklah akurat dan logis karena apabila seorang wanita menghindari dari pakaian yang berwarna warni dan bergerak-gerak dipandang sebagai objek seks bagi laki-laki, pula laki-laki bagi wanita. Namun berdasarkan tingkat biologis, tabiat insting yang menyala-nyala membuat laki-laki secara instingtif memerlukan wanita. Itulah sebabnya, kita melihat bahwa ketika seorang laki-laki terpuaskan secara seksual maka antusiasmenya atas permasalahan lain berkurang. Karena baik tabiat wanita yang feminim atau pun lelaki yang maskulin melengkapi mereka dengan keindahan dan kegairahan, maka perdebatan mengenai wanita yang berjilbab dan tidak berjilbab tidaklah akurat. Namun kita semua setuju bahwa keindahan rambut dan kaki menyebabkan wanita yang tidak berkerudung lebih menarik dan menggairahkan. Dengan latar belakang inilah segala jenis media menyoroti dua organ tubuh ini.

Sebaliknya, orang-orang Barat memiliki keyakinan dan konsep yang berbeda. Di Barat terdapat keyakinan akan kebebasan wanita yang absolut dan dalam konsep tersebut, laki-laki dan wanita memiliki tubuhnya. Karena itu, budaya telanjang telah menjadi fenomena alami yang bersesuaian dengan filosofi dan ideologi mental dari konsep kebebasan. 

Muslimin dan Muslimah semestinya menjadi orang saleh karena kesalehan akan menjadikan mereka berdisiplin diri melawan segala penyimpangan atau nafsu syahwat yang amoral. Namun, berdasarkan penelitian atas nilai Timur dan Barat, kita mengetahui bahwa kebebasan seks lebih tampak di Barat. Kedua-duanya (laki-laki dan wanita) memiliki kebebasan atas tubuhnya. Dengan kata lain, kita mesti membedakan antara kesucian dan penyimpangan. Kenyataan ini membingungkan begitu banyak orang yang konservatif dan berpikiran serta berkeyakinan Timur yang mendalam. 

Pada saat yang sama mereka berkecenderungan mengikuti tradisi Barat karena berpikiran bahwa Barat lebih beradab. Oleh karena itu, mereka akan bersikap mendua dalam hidupnya yang pada akhirnya akan menimbulkan penyimpangan dan berujung pada kehancuran. Situasi semacam ini sama saja dengan situasi di mana Anda menyuruh seseorang agar tetap kering, tetapi pada saat yang sama menyuruhnya melompat ke dalam sumur yang airnya penuh.[]

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Thu, 6 Jul 2017 @19:02

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved