Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Syubhat yang Dinisbahkan kepada Imam Muhammad Al-Baqir as

image

Dalam kitab Fadha‘il al-Shahabah karya ad-Daraquthni, halaman 59-60, ada riwayat no. 37 dinisbahkan kepada Imam Muhammad al-Baqir as yang konon berkata: 

من لم يعرف فضل أبي بكر وعمر رضي الله عنهما فقد جهل السنة

 “Orang yang tidak mengenal keutamaan Abu Bakar dan Umar ra maka ia bodoh tentang sunnah.”

Ini sanad lengkapnya: 

ًحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ، بِمِصْرَ قَالَ: نَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ شَرِيكٍ، قَالَ: نَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ، قَالَ: نَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ

 

Status riwayat itu DHA‘IF karena dalam sanadnya ada Muhammad bin Ishaq. Muhammad bin Ishaq yang dimaksud adalah Muhammad bin Ishaq bin Yasar karena dalam kitab Tahdzib al-Tahdzib, juz 5 halaman 470, rijal no. 6753, tercatat di antara yang meriwayatkan darinya adalah Yunus bin Bukair.  

Muhammad bin Ishaq bin Yasar adalah seorang mudallis. Ahmad, ad-Daraquthni, dan yang lain menilainya mudallis. Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab Ta‘rif Ahlu al-Taqdis halaman 51, menggolongkan Muhammad bin Ishaq bin Yasar sebagai mudallis tingkat keempat.  

Hukum mudallis tingkat keempat: 

من اتفق على أنه لا يحتج بشيء من حديثهم الا بما صرحوا فيه بالسماع لكثرة تدليسهم على الضعفاء والمجاهيل 

Berarti Muhammad bin Ishaq bin Yasar disepakati agar tidak berhujjah dengan sesuatu pun dari riwayatnya kecuali ia menyebutkan lafaz penyimakan.  

Nah, karena dalam sanad riwayat itu Muhammad bin Ishaq bin Yasar tidak menyebutkan lafaz penyimakan dan ia mudallis tingkat keempat, maka tidak menjadi hujjah. 

Oh iya, khawatir ada yang ngoceh “ah, ini penilaian Syiah saja. Karena riwayat itu tentang Abu Bakar dan ‘Umar, makanya didha‘ifkan”.  

Perlu ditegaskan bahwa penilaian ini tidak didasarkan kebencian, melainkan sikap ilmiah dengan merujuk pada ilmu hadits dan kitab-kitab rijal Sunni. Jika masih ngoceh, ini kami kutipkan penilaian ulama Sunni kelahiran Tripoli, Libya, Syaikh Muhammad bin Khalifah ar-Rabah, atas riwayat itu: 

إسناده ضعيف

 فيه ابن إسحاق عنعنه: وهو مدلس

“Sanadnya dha‘if. Dalam sanadnya Ibnu Ishaq meriwayatkan secara ‘an‘anah. Dia mudallis”. 

Selalu perbanyak bersholawat dan istighfar!

Referensi:

Ad-Daraquthni, Fadha‘il al-Shahabah, hal. 59-60, riwayat no. 37.

Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Tahdzib al-Tahdzib, juz 5 halaman 469-470, rijal no. 6753.

Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Ta‘rif Ahl al-Taqdis, halaman 51, rijal no. 125.

 

(Dikirim oleh Muhammad Bhagas, pengamat kajian Sunni dan Syiah)

Thu, 13 Jul 2017 @18:28

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved