AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Manuver HTI

image

Saya terkadang heran dengan ambiguitas sebagian aktivis HAM dan demokrasi. Kalau kelompok-kelompok garis keras dibiarkan, nanti pemerintah dibilang kecolongan dan tidak peka. Kalau ditindak tegas, malah dibilang melanggar HAM dan demokrasi. Ini yang mungkin oleh Graham Fuller disebut sebagai "jebakan demokrasi", yaitu sikap yang sejatinya anti-demokrasi tapi dikemas dengan jubah dan atas nama demokrasi.  

Pada kasus pelarangan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) misalnya, jelas HTI adalah organisasi anti-NKRI. Selain itu, HTI adalah salah satu aktor utama Demo Radikal 212 dan kelanjutannya, serta banyak anggotanya yang ikut "jihad" di Suriah. Tak hanya itu, Hizbut Tahrir juga secara kelembagaan pernah memberikan bai'at (sumpah setia) kepada banyak kelompok oposisi garis keras di Suriah termasuk Jabhah Al-Nusrah yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Bahkan, mantan pentolan HTI (Bahrun Naim) menjadi otak teror Bom Thamrin dan saat ini menjadi tokoh penting ISIS.  

Jadi, HTI pada hakikatnya bukan kelompok adem-ayem dan damai, apalagi ormas-ormas radikal lainnya yang selama ini dikenal dengan ujaran kebencian dan aksi-aksi kekerasan mereka. Krisis dan prahara Suriah adalah contoh dan pelajaran yang paling gamblang.  

Lucunya lagi, HTI diberitakan akan menggugat Perppu Ormas ke pengadilan MK. Lho, bukankah HTI menganggap kelembagaan NKRI sebagai thaghut dan kufur? Manuver apa lagi yang sedang antum mainkan, akhi. 

Wallahu A'lam.

(M. Anis)

 

Sat, 22 Jul 2017 @13:15

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved