CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Sayyid Muhammad Husein Fadhlullah: Bolehkah Menggambarkan Pemandangan Seksual dalam Karya Sastra?

image

Soal: Apakah seorang narator boleh menyoroti pemandangan yang seksual? Apakah ada batasan dalam karya sastra menurut agama Islam?


Jawab: Menggambarkan pemandangan semacam itu atau menggambarkan detil-detil sensualnya tidak diperbolehkan apabila berdasarkan unsur-unsur kesenangan yang menyebabkan kerusakan moral, khususnya apabila diungkapkan melalui bentuk bebas yang tidak mengandung manfaat atau tidak mengandung ide-ide yang berorientasi positif.

Tapi diperbolehkan apabila sebuah cerita yang dipandu memerlukan beberapa tanda atau saran-saran yang perlu demi sempurnanya suatu adegan tertentu, seperti dalam kisah Yusuf AS tatkala isteri sang pejabat berusaha menggodanya tapi ia menolak, atau tatkala para wanita kota berusaha memikatnya, tetapi ia memohon pertolongan Allah Swt.

Tayangan-tayangan semacam itu menyoroti nilai-nilai Islam dengan cara menggambarkan kehendak suci yang memberontak melawan godaan nafsu dan dominasi insting. Keadaan ini memerlukan sebuah gambaran tayangan seksual atau peristiwa seksual yang bemilai dan tidak berlawanan dengannya.

Singkatnya, sastrawan mesti memanfaatkan semua imajinasi artistik dan kreatif untuk membersihkan unsur-unsur kesenangan yang berlebihan dan mendekatkannya pada kesadaran moral.

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

 

Sat, 19 Aug 2017 @06:50

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved