Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

KATALOG Kajian Islam
image

.

TATA CARA SHALAT

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

Sayyid Muhammad Husein Fadhlullah: Kedudukan Penyair dalam Al-Quran

image

Soal: Dalam al-Quran, Allah berfirman bahwa amat besar kebencian di sisi Allah bahwa orang yang mengatakan apa-apa yang kamu tidak kerjakan. Masih dalam Al-Quran bahwasanya penyair suka mengatakan apa-apa yang mereka sendiri tidak melakukannya. Apakah hal ini menunjukkan bahwa beberapa penyair buruk? Bila demikian, penyair yang bagaimanakah yang buruk?

Jawab: Apa-apa yang ditolak dalam ayat-ayat di atas adalah puisi yang tidak menyatakan realitas dan keimanan. Puisi-puisi tersebut bergerak dalam baris-baris berisi kebohongan dan mengungkapkan pemisahan antara ucapan dan perbuatan yang mendorong kebohongan dalam hidup. Juga dalam surah as-Syuara Allah mengecualikan beberapa penyair dari ayat tersebut: "Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat, tidaklah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah? Dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa-apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya" (QS asy-Syuara: 224).

Namun, Allah mengecualikan para penyair yang berlaku jujur, benar, dan adil. Ini tercantum dalam Surah asy-Syuara ayat 227: "Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita karena kezaliman." Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak menolak penyair dan puisi, tetapi menolak orang-orang yang sesat.[]


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)


Tue, 23 Jun 2020 @05:48

Copyright © 2020 Misykat · All Rights Reserved