Rubrik
Terbaru
MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Haid, Istihadhah, dan Aturan Bersuci

image

Soal jawab tentang kewanitaan seperti haid dan aturannya dalam bersuci, berdasarkan fatwa Sayyid Ali Sistani, ulama mujtahid sekaligus marja taqlid di Irak. Kami ambil fatwa dari channel http://Telegram.me/Istiftaatsistani (kami perbaiki dari sisi tata bahasa) sebagai berikut:

Soal: Jika darah haid berhenti dihari kelima dan ia memasukkan kapas dan tidak ada bekas atau bersih, tetapi dihari kesembilan keluar tetesan-tetesan berwarna kuning. Bagaimana hukum tetesan-tetesan darah itu dan bagaimana hukumnya hari-hari mulai hari kelima sampai hari kesembilan tersebut?

JAWAB: Tetesan-tetesan darah tersebut dihukumi haid dan hari yang bersih tersebut (hari kelima hingga hari kesembilan) mengumpulkan antara amal meninggalkan haid dan kewajiban-kewajiban saat suci. Jika tetesan-tetesan darah tersebut terus keluar hingga pagi hari kesebelas dari sejak dimulainya kebiasaan haid, maka dihukumi haid dan setelah itu (hari kesebelas seterusnya) dihukumi istihadhah.[]

Soal: apa hukum darah yang keluar setelah memakai pencegah kehamilan, dan berlangsung lebih dari sehari. Apakah wajib mandi?

JAWAB: apabila tidak berlangsung selama tiga hari, maka bukan haid. Apabila dengan dimasukkan kapan membekas banyak hingga tembus, maka wajib mandi tiga kali dengan menggabungkan di antara dua shalat (dhuhur dan ashar, maghrib dan isya). Jika tidak tembus darahnya, maka berwudhu untuk tiap-tiap shalat dan ikhtiyat-nya untuk mandi sekali dalam sehari. Dan jika tidak menempel dikapas, maka cukup berwudhu untuk setiap akan shalat.[]

Soal: apakah boleh bagi wanita yang sedang haid pergi ke masjid?

JAWAB: Tidak boleh, begitu pula berhenti di dalamnya. Boleh jika hanya melintasi atau menyebrangi saja, seperti masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lainnya, kecuali di Haramain (Makkah dan Madinah) sama sekali tidak boleh.[]

Soal: apabila berhubungan di waktu haid, apakah wajib membayar kafarah?

JAWAB: diharamkan dan tidak wajib kafarah.[]

Soal: apakah boleh berhubungan dibagian luar saja di waktu haid?

JAWAB: diharamkan berhubungan di waktu haid dengan memasukan kemaluan depan tanpa keluar sperma, tetapi jika bersenang-senang hanya di luar saja, maka boleh.[]

Soal: di masa pertengahan haid, bagaimana hukum kondisi di bawah ini: (1) Mengulang/membaca sebagian surat Alquran di luar hati; (2) Membawa Alquran tanpa menyentuh ayat-ayat Alquran; (3) Menyentuh Alquran tanpa menyentuh ayat-ayatnya dan melihat ayat-ayatnya; dan (4) Membawa kitab-kitab doa khusus dan membacanya.

JAWAB: (1) Boleh kecuali surat-surat (Al-Quran) yang wajib sujud; (2) Boleh; (3) Boleh, tapi makruh; dan (4) Boleh.[]

Soal: wanita berlalu dua bulan dari kehamilannya, dan keluar darah dengan sifat-sifat haid dengan jarak antara satu haid dengan haid lainnya sepuluh hari. Saat itu darah keluar terus-menerus selama empat hingga lima hari. Bagaimana hukum darah ini? Dan bagaimana hukum suami bersetubuh di masa keluarnya darah, sedangkan keduanya tidak mengetahui hukum darah yang keluar?

JAWAB: Apabila masa suci di antara dua darah tidak kurang dari sepuluh hari dan masa melihat atau keluar darah tidak kurang dari tiga hari sebagaimana soal di atas, maka dihukumi haid dan haram berhubungan dengan istri dan jika ia tidak mengetahui hukum haramnya, maka tidak apa (bersetubuh di masa itu).[]

Soal: apa arti dari 'istibra' pada masalah hukum haid?

JAWAB: Yang dimaksud adalah wanita haid memeriksa kondisi haidnya ketika telah berhenti darahnya dan saat itu kemungkinan masih ada dibagian dalam vaginanya. Segera masukkan kapas dan tunggu sebentar kemudian keluarkan, jika bersih maka segera mandi dan shalat, tetapi jika belum bersih maka masih haid sebagaimana yang telah dijelaskan.[]

Soal: apabila wanita melihat darah selama tiga hari berturut-turut kemudian berhenti, segera mandi, shalat dan puasa di bulan Ramadhan. Dan darah sudah berhenti seharian penuh, tetapi dihari berikutnya keluar darah dipertengahan kencing, maka apa hukum darah itu? Dan bagaimana hukum puasa hari itu?

JAWAB: Masa bersih di antara dua darah haid dihukumi keduanya dengan satu haid dan untuk ikhtiyat-nya mengumpulkan antara hukum saat suci dan haid, sedangkan soal puasa diatas harus ikhtiyat dengan meng-qhada puasa hari itu.[]

 

Fri, 25 Aug 2017 @10:29

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved