Rubrik
Terbaru
Media Kajian

Fanpage Facebook MISYKAT

YouTube Channel Misykat TV 

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Sayyid Muhammad Husein Fadhlullah: Bolehkah Menyanjung Wanita dengan Puisi?

image

Soal: Apakah boleh menyanjung seorang wanita dalam puisi, yang tidak dikenal oleh para pendengar? Bagaimana kalau namanya tidak disebutkan? 

Jawab: Baik dalam puisi atau pun prosa, secara umum menyanjung seorang wanita yang cantik dibolehkan. Bahkan apabila dia dikenal oleh para pendengar kecuali kalau perbuatan tersebut menghina wanita salehah, seperti di beberapa negara konservatif, di mana menyanjung seorang wanita disamakan dengan sesuatu yang memaIukan, kehinaan, kepatutan untuk dikutuk. Karena itu, hal ini akan menjadi sesuatu yang tidak halal secara hukum lantaran tindakan tersebut merusak kesucian orang-orang yang beriman. 

Berdasarkan kenyataan ini, dibolehkan menyanjung seorang wanita cantik yang namanya tidak disebutkan dan identitasnya tidak dituliskan dalam puisi. Selain itu, apabila sang penyair tidak mengkhususkan seorang wanita, dan apabila masyarakat tidak menganggap sanjungan tersebut sebagai sumber yang memalukan, maka dibolehkan. Perlu dikatakan bahwa dalam beberapa masyarakat sanjungan (kepada wanita) benar-benar dihargai sebagai mendorong laki-laki menikahi seorang wanita. 

Akan tetapi, mesti ditegaskan bahwa kebolehan menyanjung seorang wanita yang cantik mengesampingkan pada berbagai implikasi pada hubungan yang buruk dengan wanita tertentu. 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Sun, 27 Aug 2017 @10:38

Copyright © 2019 Misykat · All Rights Reserved