Menyanjung Minuman Anggur lewat Puisi

image

Soal: Apakah boleh mengagungkan minuman anggur dalam puisi? Apakah hal ini dianggap sebagai cara untuk mendorong orang lain melakukan yang Allah larang?

Jawab: Boleh saja, khususnya apabila hanya merupakan simbol dari beberapa ide "zuhud." Tetapi, apabila ini mendorong orang lain menyukai minuman anggur maka tidak halal karena menyanjung hal yang buruk. Namun, Islam tidak memeluk simbol-simbol. Karena ketika Allah melarang sesuatu karena kerugian potensial, Dia bermaksud menyatakan keburukannya dengan segala cara, yang menjadikan minuman anggur yang dalam puisi atau prosa dinyatakan sebagai benda yang disukai menjadi benda yang terlarang. Jadi, sastrawan yang beriman mesti memperhatikan secara khusus pada permasalahan tersebut sehingga dia menyingkirkan anggur dari puisi dan prosanya baik simbolik atau pun eksplisit karena cara pengungkapan orang yang beriman mesti sesuai dengan keimanan.[]

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Tue, 29 Aug 2017 @11:31

AUDIO MISYKAT

BAHAN BACAAN
FACEBOOK MISYKAT
BERBAGI BUKU

 Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan nomor WhatsApp pada KONTAK

Copyright © 2017 Misykat · All Rights Reserved