Rubrik
Terbaru
FACEBOOK & WHATSAPP

Fanpage Komunitas Misykat

WhatsApp Group: Kajian Islam

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

BERBAGI BUKU

Bagi yang ingin buku bacaan ISLAM silakan tulis nama, alamat lengkap, dan nomor WhatsApp yang aktif pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Memuji Penguasa yang Jujur melalui Puisi

image

Soal: Bagaimanakah kedudukan puisi yang dibuat untuk memuji dan membesarkan penguasa yang jujur?

Jawab: Pujian tidak boleh berlebihan. Pujian mesti sesuai dengan sifat dan amalan baiknya. Hal ini sudah disebutkan berkenaan dengan sifat orang beriman tatkala disebutkan bahwa kepuasan orang beriman tidak akan menyebabkan dia berbuat tidak adil atau menyakitkan.

Selain itu, berlebihan dalam memuji sama dengan mengucapkan kebohongan yang akibatnya akan menimbulkan efek yang negatif, yaitu menyebabkan dia kehilangan kepercayaan orang. Puisi yang demikian tidak dibolehkan apabila menggunakan kata-kata yang berupa pujian, tetapi dibolehkan apabila kata-katanya hanya menunjukkan pemujaan pada orang yang layak dipuji.

Sebaliknya, tidak sah kalau puisi yang dimaksudkan untuk memuji pejabat yang tidak jujur karena sebenamya merupakan suatu kebohongan dan puisi-puisi tersebut dimaksudkan untuk mendukungnya. Hal seperti ini disebutkan dalam hadis bahwa: "Barangsiapa memuji seorang penguasa yang tidak jujur atau menghina diri sendiri untuk mendapat persetujuannya dan keuntungan maka ia akan menemani penguasa tersebut ke neraka."

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Wed, 30 Aug 2017 @09:19

Copyright © 2017 Misykat · All Rights Reserved