AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Teater Turbah dalam Haul Cucu Rasulullah saw

image

Pertunjukan teater, Teater Turbah, kemarin (minggu 1 Oktober 2017 dalam peringatan Haul Cucu Rasulullah saw yang diselenggarakan IJABI) sungguh luar biasa.

Benar, menyampaikan kisah al-Husein as dan pragmen kisah yang berkaitan seperti kisah Ummu Salamah dan turbah dalam botol yang dititipkan Rasul saww yang memerah darah saat peristiwa Karbala; juga kisah sahabat Imam Ali as, Maitsam at-Tammar yang pernah satu penjara dgn Mukhtar Al-Tsaqafi. Sangat efektif dan benar-benar hidup. Walaupun hampir semuanya memakai teknik dubbing, tapi pertunjukkan tersebut sangat berhasil.

Penonton, yaitu jamaah peringatan Asyuro kemarin di kompleks SMP Plus Muthahhari, ikut hanyut terbawa emosi dan secara sadar dalam beberapa adegan mengikuti begitu saja komando dari pemain teater yang efektif memimpin jamaah untuk menyampaikan salam kepada Imam Husein as dalam bentuk lagu atau kawih dan meneriakkan yel-yel terkait, seperti yel: "Ali Maula Ali". Lagu sedih saat rombongan tawanan Karbala memasuki istana Yazid la'natulloh, dan lainnya. Singkat kata, penonton dalam beberapa adegan teater kemarin sesungguhnya ikut serta menjadi pemain. Jadilah ini teater kolosal yang melibatkan ribuan pemain, yaitu penonton.

Bagian akhir dari pertunjukkan, sangatlah mengharukan dan kena banget. Allamah Ustadz Jalaluddin Rakhmat seakan mempersembahkan bagian ini khusus untuk tanah kelahirannya: Tatar Sunda. Nadom fragmen kisah kehidupan imam saat menjelang dan ketika di Karbala melalui kawih laras Maskumambang, sebuah laras yang memang  biasa digunakan untuk menceritakan kisah sedih, sangat pas. Pemilihan laras yang tepat dengan syair dalam Bahasa Sunda yang menyentuh (konon Bahasa Sunda asalah bahasa rasa, yang sangat powerfull di dalam melukiskan perasaan, silahkan test: terjemahkan frasa ngagolontorkeun getih Imam Husen ke dalam bahasa apa pun tak akan mampu mendapatkan makna seperti makna asli dan pengaruhnya kepada pembaca dalam Bahasa Sunda).

Sebagai bukti keefektifannya, banyak penonton yang tampak di layar CCTV menangis. Syair kisah imam Husen as fragmen di Karbala itu sendiri merupakan sumbangan yang sangat penting untuk khazanah Sastra Sunda dan pupuh Sunda karena sebelumnya, sependek pengetahuan saya, belum pernah ada lukisan kisah Imam Husain as di Karbala dalam Bahasa Sunda dalam bentuk pupuh laras Maskumambang.

Saat disalami, beliau sambil tersenyum khas miliknya dan berkomentar tentang nadom tersebut.

"Saya sudah mencoba minta beberapa yang bisa Bahasa Sunda untuk memperbaiki teks nadom tersebut, karena saya merasa bukan ahli Bahasa Sunda, tapi tidak ada yang sanggup, terlalu berat," ujarnya.

Selamat ya Ustadz, selamat untuk seluruh panitia dan IJABI atas keberhasilan penyelenggaraan peringatan Asyura kemarin di kompleks SMP Plus Muthahhari, Sangiang, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

اعظم الله اجورنا بمصابنا ب الحسين عليه السلام وجعلنا واياكم من الطالبين بثاره مع وليه الامام المهدي من ال محمد عليهم السلام

A'zhomalloohu ujuuronaa bi mushoobinaa bil Husain 'alaihis salaam wa ja'alanaa wa iyyaakum minath thoolibiina bi tsaarihi ma'a waliyyihi al imaam al mahdi min aali Muhammad 'alaihimus salaam.

Semoga Allah membalas kita atas musibah kita dengan Al Husain alaihis salaam dan menjadikan kita dan kalian penuntut darah Beliau bersama waliNya, Imam Al-Mahdi dari keluarga Muhammad 'alaihimus salaam.
Shalawat! Allohumma Sholli 'alaa Muhammad wa aali Muhammad. 

(Oman Abdurahman)

Tue, 3 Oct 2017 @20:56

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved