Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Setiap Bayi Dilahirkan Atas Fitrah

image

Tanya: Menurut Anda, apakah nilai masa kanak-kanak terkait dengan kehidupan manusia secara keseluruhan?

Jawab: Masa kanak-kanak sangat penting bagi pembentukan kepribadian anak di masa selanjutnya. Pada masa tersebut, seorang anak menyerap perilaku, kebiasaan, dan wawasan yang akan tertanam kuat dalam kepribadiannya, yang berperan dalam pembangunan dan pembentukan kepribadiannya. Pada tahap ini, anak lebih cepat menerima apa yang didengarnya dan lebih cepat merekam apa yang ada di sekitarnya. Benar, anak-anak lebih cepat dalam mempelajari dan mengikuti sesuatu sehingga dia mampu menyimpan banyak perasaan, sensitivitas, pemikiran, kebiasaan, dan tradisi dengan cepat. Ini tak akan mampu dilakukan oleh orang yang telah melampaui tahap perkembangan ini.

Barangkali itu disebabkan “lahan kemanusian” dalam diri anak (yang mencakup lahan kekuatan, kejiwaan, keruhanian, dan emosional) masih kosong dari ikatan dan pengaruh luar apa pun. Oleh karena itu, periode masa kanak-kanak adalah masa yang sangat cepat dalam menerima (pengaruh sesuatu). Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata,  “Sesungguhnya hati anak-anak bagaikan lahan kosong; apa yang dicampakkan padanya akan diterimanya.” Maksudnya, tanah tersebut siap menerima benih dengan cepat. Tidak ada yang mencegah pertumbuhan benih itu dan tidak ada yang menghalangi tanah tersebut untuk menerima benih itu.

Dalam sebuah hadis mulia disebutkan, “Setiap bayi dilahirkan atas fitrah, hanya saja kedua orang tuanya yang akan menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” Bisa kita simpulkan susunan fitrah manusia sejak semula menyimpan perasaan sehat atas segala sesuatu dan memiliki kemampuan untuk mengungkap segala hakikat. Andai fitrah dibiarkan secara alami, niscaya dia mampu menyingkap hakikat-hakikat sesungguhnya seperti persoalan tauhid, hukum kausalitas, dan sebagainya. Inilah maksud ayat al-Quran:

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS Ar-Rum: 30).

Dari semua itu, bisa kita pahami bahwa dalam (sisi) penciptaan anak terdapat fitrah suci yang mampu membukakan hakikat-hakikat mendasar dengan mudah, apabila fitrah tersebut diberi peluang untuk itu.[]

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)


Mon, 16 Oct 2017 @19:28

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved