AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Apakah Islam Memberi Perhatian Pada Masa Kanak-kanak?

image

Tanya: Apakah menurut Anda, Islam memberikan perhatian terhadap periode masa kanak-kanak? Bagaimanakah manifestasi perhatian tersebut? 


Jawab: Manakala kita mempelajari ajaran Islam berkenaan dengan akhlak dan prilaku yang berhubungan dengan masa kanak-kanak, maka kita akan dapati adanya tingkatan-tingkatan dalam cara bergaul dengan anak-anak, sesuai dengan tingkatan umurnya.

Rasulullah saw bersabda: "Biarkan anakmu bermain selama tujuh tahun, belajar selama tujuh tahun, dan engkau menyertainya selama tujuh tahun." 

Maksudnya, kita berikan kebebasan kepada anak pada tujuh tahun pertama. Kemudian kita berikan pengajaran dan pendidikan kepadanya secara jasmani, kejiwaan, dan rasional pada tujuh tahun berikutnya.  Setelah itu, selama tujuh tahun berikutnya kita dampingi anak dalam melakukan segala aktivitasnya; saat dia meninggalkan masa kanak-kanaknya menuju masa dewasa dan kematangan berpikir. 

Untuk menjelaskan hal itu, dapat kita katakan bahwa sesungguhnya Islam tidak membiarkan pendidikan anak tunduk di bawah selera dan keinginan kedua orang tuanya, meski pun Islam menjadikan kedua orang tuanya sebagai penanggung jawab langsung atas pendidikannya; bahkan pendidikan anak tergantung pada apa yang diberikan oleh ayah dan ibunya. 

Islam menganjurkan kepada orang tua untuk memberikan kebebasan dalam bermain dan berekspresi, serta menjaganya dari segala bahaya. Ketika periode pertama masa kanak-kanak telah sempurna, tibalah periode kedua di mana sang ayah (dan ibunya) bertanggung jawab untuk mengajar dan mendidiknya. 

Dengan cara demikian maka seorang anak akan beroleh wawasan, ilmu pengetahuan, pendidikan etika, dan kemahiran tertentu; berdasarkan ukuran dan tingkat kemampuan akalnya. Sehingga dia mampu mengikuti perkembangan masyarakatnya. 

Ada pun periode ketiga adalah periode perpindahan dari dunia kanak-kanak menuju dunia dewasa. Pada periode tersebut, seorang ayah hendaknya menyertai sang anak dan membantunya menerapkan apa yang telah dipelajarinya, serta memberitahukan kepadanya tentang prilaku kaum dewasa dan situasi yang meliputinya. 

Ada pun sarana-sarana yang bisa digunakan dalam menyampaikan pengertian-pengertian ini dapat disesuaikan dengan apa yang ditemukan manusia berupa sarana-sarana permainan, sambil memperhatikan metode pendidikan yang digunakan dan sisi kejiwaannya. Benar bahwa Islam telah menorehkan sebuah garis besar bagi pendidikan anak. Ketika Islam mengatakan: "Biarkanlah anak bermain selama tujuh tahun, agar dia menikmati masa kanak-kanaknya," maka ini merupakan anjuran kepada orang dewasa untuk menyiapkan sarana-sarana bermain yang bisa menumbuhkan kepribadian anak, tanpa memberi beban pendidikan yang memberatkan di masa kanak-kanak ini. [] 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)


Sun, 12 Nov 2017 @17:40

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved