BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Membedah Tubuh Mayat untuk Kepentingan Pendidikan

image

Soal: Apa pendapat Anda mengenai pembedahan tubuh mayat demi kepentingan pendidikan atau diagnosis kasus kematian? 

Jawab: Pada dasamya, tidak boleh membedah mayat seorang Muslim karena kesucian mayat Muslim tersebut sama sekali tidak lebih rendah dari Muslim yang masih hidup. Selain itu, Allah Swt melarang menzalimi seorang Muslim, baik mati ataupun hidup seperti yang disebutkan dalam banyak hadis.

Hukum Islam telah membebankan ganti rugi atas kepala, tangan mayat dan lain-lain. Tetapi apabila kegiatan belajar secara umum bergantung pada pemotongan tubuh mayat Muslim maka dibolehkan. Misalkan, pemeriksaan pasca kematian (postmortem) yang dapat menyelamatkan atau merawat banyak orang atau untuk menegaskan hak sang mayat atau apakah kematiannya tidak alami, maka dibolehkan karena menunjukkan sesuatu yang penting yang melampaui kesucian tubuh mayat. Hal seperti ini didasarkan perkara yang lebih penting daripada perkara yang kurang penting. 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Wed, 15 Nov 2017 @18:18

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved