Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

 

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Menghadiahkan Pahala untuk Orang Meninggal

image

Berikut ini dalil shahih tentang menghadiahkan pahala untuk orang meninggal. Dalilnya tercantum pada hadits riwayat Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa‘i, Ahmad, dan Baihaqi, sebagai berikut.

 Sa‘ad bin ‘Ubadah bertanya kepada Rasulullah Saw:

 يَـا رَسُوْلَ اللّٰـهِ! إِنَّ أُمّـِيْ تُـوُفّـِيَتْ، وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، فَهَلْ يَنْـفَعُهَا إِنْ تَصَدَّقْتُ بِـشَـيْءٍ عَنْهَا

“Wahai Rasûlullâh (Saww), sungguh ibuku meninggal dunia, dan aku sedang tidak bersamanya. Apakah bermanfaat baginya apabila aku menyedekahkan sesuatu atas namanya?”

Rasulullah Saww menjawab: نَـعَمْ

“Ya” (bermanfaat untuknya).

Sa‘ad berkata lagi: فَـإِنّـِيْ أُشْهِـدُكَ أَنَّ حَائِـطَ الْـمِخْـرَافِ صَدَقَـةٌ عَلَـيْـهَا.

“Sesungguhnya aku menjadikan engkau saksi bahwa kebun(ku) yang berbuah itu menjadi sedekah atas nama ibuku”. 

Perkataan Sa‘ad yang terakhir itu tidak diingkari oleh Rasulullah Saw. Hadits ini shahih. Jadi, dengan hadits itu boleh menghadiahkan pahala bersedekah untuk orang meninggal dan mewakili kebolehan menghadiahkan pahala membaca al-Quran untuk orang meninggal. Karena sedekah adalah ibadah, membaca al-Quran juga adalah ibadah. Seandainya tidak boleh menghadiahkan pahala bacaan al-Qur‘an untuk orang meninggal, maka tentu Rasulullah Saw tidak memperbolehkan juga bersedekah untuk orang meninggal. Bukankah keduanya sama-sama sebagai ibadah? 

[Dikirim oleh Muhammad Bhagas]

Mon, 15 Feb 2021 @10:50

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved