AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Manzilah Al-Huzn [by Dr Kholid Al-Walid]

image

Manzilah kesedihan (al-huzn) merupakan manzilah pertama dari Manzilah Pintu-pintu (Al-Abwab) yang terdapat pada kitab Manazil Sairin. Uraiannya terbagi dalam tiga:

"Mereka kembali dan air mata mereka bercucuran karena kesedihan" (QS 9:92). Kesedihan adalah derita atas kehilangan dan penyesalan atas pelanggaran. Kesedihan pada tingkat umum adalah kurangnya dalam pelayanan, kerjatuhan dan kelalaian terhadap hari yang berlalu. Kurangnya pelayanan adalah kurangnya dalam ketaatan seorang hamba terhadap Mawlanya. Ini. Hal ini tentu menjadi penghalang perjalanan ruhaniah bagi seorang Salik dan menimbulkan persoalan yang banyak bagi ruhaninya. Kejatuhan dalam keburukan yang pernah terjadi padanya adalah sumber bagi sulitnya mata air Ilahiah terpancar di hatinya. Hal ini menjadi hijab yang akan sangat sulit ditembus. Banyaknya kelalaian dalam kesempurnaan ibadah menjadi penyesalan yang harus dia tebus dengan menqadha kembali semua kelalaian tersebut karena hanya dengan membayar utang dapat terlunasi. Inilah manzilah kesatu dari Manzilah Al-Huzn. 

Kedua adalah Manzilah kesedihan khusus (ahl al-Iradah), yaitu kesedihan atas keterikatan hati dengan yang terpisah, atas kesibukan jiwa dari Penyaksian dan kesedihan terhadap kesedihan. Kesedihan atas ikatan hati yang selama ini terjadi dan mengikat diri Salik kepada selain Allah. Adanya ikatan ini menjadi hijab bagi Salik dalam menempuh perjalanannya. Atas halangan yang menghambat perjalanannya dia bersedih. Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang beriman bersangatan dalam kecintaan kepada Allah" (QS 2:165). Bahwa jiwa yang terpesona dengan beragam keindahan selain Allah merupakan keburukan yang membuat dirinya bersedih karenanya. Pesona selain Allah akan menghilangkan fokus ruhaninya. "Dan ketika mereka.menyaksikan perniagaan atau permainan mereka berpaling kepadanya" (QS 62:11). Dan sekiranya Salik tidak bersedih atas kehilangan waktu dan kelalaian yang terjadi maka dia haruslah bersedih atas kondisi dirinya tersebut. Dia harus bersedih atas kahilangan kesedihan atas hal yang mengharuskannya bersedih. 

Ketiga adalah manzilah Kesedihan sangat khusus, yaitu kesedihan yang meliputi bukan yang diharapkan, pertentangan dengan maksud dan pertentangan dengan hukum atau ketetapan. Bahwa pada Manzilah sangat khusus tidak ada kesedihan karena kesedihan terjadi karena keterpisahan atau kehilangan. Sedangkan pada Manzilah Khusus adalah manzilah kebersamaan. Kalau pun ada kesedihan pada tingkat ini adalah kesedihan terhadap keadaan hamba yang lain. "Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini" (QS 18:6). "Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (janganlah kamu bersedih hati) karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah" (QS 6:33). Seperti halnya juga kesedihan Nabi Yaqub as terhadap Nabi Yusuf as. "Berkata Ya'qub: Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah dari padanya".(QS 12:13). Sedangkan Kesedihan karena Keterliputan nama-nama Jalaliyah Allah yang menimbulkan kesempitan (al-Qabd) pada diri salik sedangkan nama-nama Jamaliyyah akan menimbulkan kelapangan (al-bast). 

Kemudian tentang kesedihan karena bertentangan maksud bahwa apa yang diinginkan dan diharapkan Salik bukanlah yang diinginkan Allah SWT terhadapnya sehingga Salim harus menolak keinginan dan harapannya sendiri karena mendahulukan keinginan Allah atas dirinya. Ketika berharap keselamatan bagi keluarganya, sedangkan Allah: "Wahai Nuh, sesungguhnya mereka itu bukanlah keluargamu" (QS 11:46). 

Kesedihan atas hukum atau ketetapan bahwa apa yang dipilih oleh salik bertentangan dengan apa yang telah Allah pilihkan dan tetapkan untuknya dan dia harus mendahulukan ketetapan dan ketentuan Allah atas dirinya. "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata."(QS 33:36) "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka" (QS 28:68).[] 

Dr Kholid Al-Walid adalah dosen STF Sadra

 

Mon, 5 Feb 2018 @12:44

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved