MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Inilah Kesimpulan Diskusi Fiqih Kebangsaan

image

Inilah kesimpulan diskusi siang tadi (Sabtu, 17 Februari 2018, di Aula Muthahhari Bandung) tentang Fiqih Kebangsaan dengan dua narasumber hebat, yaitu Gus Nadir (Nadirsyah Hosen) dan Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat) dengan moderator yang merupakan panutanku juga, yaitu Pak Wawan.

Jadi, fiqih itu wilayah ijtihadi yang meniscayakan kontroversi karena fiqih sendiri artinya perspektif. Apalagi fiqih siyasah, yang kata Gus Nadir, sangat dinamis dibanding dengan fiqih ibadah mahdhoh. Seringkali orang gagal paham menyamakan fiqih yang elastis itu dengan aqidah, sehingga banyak kejadian saling mengkafirkan antara satu dengan yang lain. Padahal itu urusan furu'iyyah.

Apalagi kita tahu dalam hal hidup tidak hanya melulu soal fiqih dan aqidah, tapi juga ada ihwal akhlak yang harus diperhatikan. Karena akhlak itu adalah etos maka dalam fiqih juga harus memiliki etos. Pertama, fiqih baru bisa berjalan kalau masyarakatnya menjunjung tinggi pluralistik. Kedua, jangan mengukur fiqih orang lain dengan fiqih kita. 

Dan persoalan itu, kata Gus Nadir bisa diselesaikan kalau pendidikan tentang fiqih tidak hanya berbicara tentang satu madzhab, tapi juga lintas madzhab. Dengan begitu, setiap orang tidak akan nafsu, sedikit-sedikit fatwa. Sip! Top! Manchaaaab! 😆 adalah tiga kata yang mewakili diskusi kali ini.

(Neng Nuraini)

 

 

Wed, 21 Feb 2018 @15:30

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved