AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Salesman Syiah

image

Setatus-setatus saya tentang perjalanan ke Iran di-share beberapa teman. Seneng tentu saja. Penasaran, saya intip apa komentar orang tentang status saya itu yang dibagikan salah-satu teman. Ditemukan satu komentar yang membetot perhatian, melebihi komentar lainnya yang umumnya datar-datar saja, sedatar bumi bagi kaum penganut mazhab Flat Earth. 

Di situ tertulis komen kurleb begini: "Pemilik status ini sah seorang SALESMAN Syiah." Teman yang nge-share status saya itu terlihat "jungkir-balik" mendebat sang komentator dengan berupa cara. Celakanya, sang komentator gak melayani debat itu. Jawabannya terus mengulang-ulang jawaban pertama dengan kata-kunci: SALESMAN. 

Dari komentator model begitu gak bisa diharapkan adanya dialog sehat dan akademik. Ketika ditanya, "Kamu pernah ke Iran?", misalnya, ia jawab, "Ngapain ke Iran, wong jelas-jelas negara sesat!" Karena Iran negara sesat maka apa pun berita positif tentang Iran dan Syiahnya yang dilaporkan orang yang baru pulang dari sana, tetap saja harus dihukumi sesat. Sekali onta tetap onta meski dunia sepakat itu adalah ayam jago. 

Saya sendiri gak terlalu peduli dibilang salesman atau agen Syiah yang sedang bertaqiyah. Orang rumah; istri dan anak-anak saya, gak pernah tuh mergoki saya sebagai Syiah. Kecuali mereka mencurigai saya bertaqiyah belasan tahun tanpa ketahuan. Warga sekitar, gak satu pun menuding dan mendapati saya sebagai Syiah. Saya salat seperti salat mereka, pun amal-ritual lainnya. Kamu pikir saya kuat memikul taqiyah hingga puluhan tahun?! 

Di kampus tempat saya mengabdi (kasarnya: cari makan), gak satu pun dari mereka mendapati saya sebagai Syiah. Saya makan lele dan cumi. Saya buka puasa pas bedug magrib. Saya salat di atas sajadah tanpa turbah, tangannya sedekap. 

Catat baik-baik! Gak ada dalam agenda hidup saya mensyiahkan siapa pun. Macem mana saya mensyiahkan orang, wong saya sendiri bukan Syiah. Saya cuma punya visi dalam satu kata: persaudaraan! Saya percaya, sangat percaya, orang-orang Syiah adalah saudara kita yang Sunni. Tokoh-tokoh ternama dari kalangan Syiah banyak menyerukan persaudaraan dengan mengenyahkan kenangan-kenangan pahit masa lalu dalam hubungan Syiah-Sunni. 

"Salat bermakmum di belakang saudara Sunni bukan hanya dianjurkan, tapi diwajibkan," kata mereka. Sayangnya di sini kita membalas, "Usir orang Syiah dari masjid kalian!" 

"Tapi Bah banyak hal prinsipil yang kita gak bisa nyambung sama Syiah."

Justru di situ persaudaraan dan persatuan menjadi bernilai. Kalau sejak awal keduanya sama dalam segala hal, seragam dalam semua urusan, satu kata dalam setiap perkara, buat apa seruan persatuan dan persaudaraan? Hanya orang berkepala cadas yang bahkan dalam keseragaman gak bisa bersatu dan bersaudara! 

Tapi, ya itu tadi. Kalau di benakmu hanya ada onta, jumpalitan saya menjelaskan bahwa yang terbang itu bangau, kamu tetap gak mau kalah bahwa itu onta. Sekali onta tetap onta. Hidup onta! 

Tapi lagi, toh saya tidak sendiri. Penyeru persatuan dan persaudaraan gak henti-henti berdatangan dari kedua belah pihak: Sunni dan Syiah. Mereka kadang keteteran menangkis gencarnya serangan kaum takfiri, yang juga ada di kedua belah pihak. 

Nah, dengan paparan ini, kamu masih percaya saya ini seorang sales, pengasong "agama Syiah luck nut kevarat"? 

Etapi, ada benernya juga saya disebut sales. Bener, saat ini saya sales Kampus Dakwah dan Peradaban, IAIN Tulungagung. Ayo kuliah di IAIN Tulungagung! Warek 3-nya keren dan ganteng loh! Buktikan! 😋

Dalam perjalanan TA-Kediri bersama anak-anak Tunas Kelapa. Salam Pramuka...prok prok prok...prok prok prok...Pramuka Pramudi, Pramuka jarang mandi! 😂

(Facebook: Abad Badruzaman)

Wed, 28 Feb 2018 @11:55

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved