AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Membuat dan Memiliki Patung

image

Soal: Apa pendapat Anda mengenai pembuatan bentuk-bentuk yang padat dan memilikinya (patung)?

Jawab: Berdasarkan masalah yang disebutkan di atas, saya lebih suka mengambil langkah pencegahan wajib (ahwath wujubi) dengan cara tidak melakukannya daripada melarangnya. Sesungguhnya, larangannya dibangun berdasarkan akhwath wujubi ini. Ada pun memilikinya tidak menjadi masalah, apabila dipakai sebagai alat untuk bermain atau penggunaan lainnya yang serupa. Sesungguhnya teks-teks yang biasa kita rujuk dan yang melarang bentuk-bentuk semacam itu umumnya bergantung pada tujuan benda-benda tersebut dibuat oleh sang seniman dan bukan pada pembuatannya karena sering sekali disebutkan bahwa "seseorang yang membuat sebuah gambar atau memahat sebuah patung akan diminta meniupkan ruh ke dalam patung tersebut walaupun dia bukan seorang peniup di hari kiamat." Pernyataan ini menyebutkan bahwa persoalan ini bergantung kepada sang pembuat itu sendiri, apakah ia meniru Allah atau tidak. Jadi, persoalan ini adalah persoalan yang berkaitan dengan mentalitas sang pembuat dan saya pun berprinsip seperti faqih lainnya bahwa memilikinya, menjualnya, dan menggunakannya tidak terlarang.***


Soal: Apakah patung yang hanya tampak bagian tubuh sebelah atas saja termasuk persoalan yang sama?

Jawab: Sesungguhnya yang dilarang di sini adalah patung yang menggambarkan seluruh tubuh manusia. Akan tetapi, apabila patung ini menampakkan setengah tubuh. Sedangkan bagian tubuh yang lainnya ada di belakang dinding atau tirai maka terlarang; atau misalnya masih termasuk pada permasalahan tidak halal sebagai akhwat wujubi. Sebaliknya, sebuah patung yang tidak lengkap yang berupa bagian seorang laki-laki, misalnya kepala atau bagian atas yang umumnya dikatakan badan yang tidak lengkap maka patung yang tidak lengkap tersebut dibolehkan. ***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)


Sun, 18 Mar 2018 @17:31

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved