Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Fenomena Artis yang Bertaubat

image

Soal: Fenomena taubatnya para artis dan komitmen mereka pada jilbab telah tersebar luas sekarang-sekarang ini (di negara-negara Arab). Namun, beberapa orang ragu akan fenomena ini; sedangkan yang lainnya tidak bertaubat dengan serius. Bagaimana pendapat Anda? Bagaimanakah hukum melihat atau memperhatikan foto atau film mereka sebelum mereka bertaubat?

Jawab: Berkaitan dengan sikap skeptis, Islam berpendapat bahwa setiap Muslim yang baru bertaubat dan mengambil jalan yang benar, mesti dianggap sebagai seorang yang saleh dengan melihat penampilan fisik yang merupakan pancaran dari yang batin. Misalnya, para ahli fikih menegaskan bahwa keadilan seseorang nampaknya dapat dinilai dari cara dia berperilaku. "Barangsiapa yang memperlakukan orang lain dengan adil, tidak menindas atau berbohong dan memegang janjinya, maka dinilai sebagai seorang yang saleh dan karenanya mesti dianggap saudara. Dengan demikian, haram memfitnahnya." Karena tidak ada pandangan Islam yang negatif berkenaan dengan fenomena ini dan karena seseorang dengan segera dapat bangkit dan menyadari kehidupan yang penuh dengan kebohongan yang dia jalani, maka dalam kasus seperti ini kita jangan hanya mendorong dan memberi semangat saja, tetapi juga kita mesti bersimpati pada para artis yang kembali kepada Tuhan.

Menyangkut melihat foto yang terdahulu sebelum bertaubat, saya bisa mengatakan bahwa hal ini memiliki dua poin. Pertama, sebagai kaum Muslimin, kita dilarang melihat foto yang buruk yang akan mengakibatkan kerusakan atau ketertarikan baik dimiliki oleh sang artis yang sudah bertaubat ataupun yang belum bertaubat. Kedua, apabila foto-foto ini (yang diambil sebelum bertaubat) merupakan foto-foto yang baik dan tidak menyebabkan kerusakan atau ketertarikan dan apabila melihatya menimbulkan penghargaan atas perubahan yang mereka buat dalam kehidupannya maka dibolehkan. Namun pandangan yang hina dan merendahkan diharamkan.***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Sun, 18 Mar 2018 @11:40

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved