Rubrik
Terbaru
MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Tafsir Al-Quran Surah Abasa

image

Surah 'Abasa (bahasa Arab: عبس ) (bermuka masam) adalah surah ke-80 dari surah-surah Alquran yang turun di Mekah dan berada di juz ke-30 dari Alquran. Surah ini dinamakan 'Abasa karena di mulai dengan kata 'A Ba Sa yang berarti muka yang merengut.

Surah 'Abasa berbicara tentang nilai dan pentingnya Alquran, tidak bersyukurnya manusia atas nikmat-nikmat Tuhan dan juga kejadian hari kiamat yang menakutkan dan mengerikan serta nasib manusia pada hari itu.

Pada ayat-ayat permulaan dari surah ini, Allah swt menegur orang yang bermuka masam ketika bertemu dengan seorang yang tuna netra. Terkait dengan siapa yang mendapat teguran Ilahi ini, Rasulullah ataukah orang lain, terdapat perbedaan pendapat diantara para mufasir.

Mengenai sebab-sebab turunnya surah 'Abasa ini, ada dua pandangan yang berbeda diantara para mufasir:

1. Mufasir Ahlusunah memaparkan bahwa sebagian dari pembesar Quraisy berada di sisi Nabi saw dan beliau tengah sibuk menyampaikan dakwahnya kepada mereka dan beliau berharap dapat memberikan pengaruh ke dalam hati mereka. Pada saat yang sama tampak seorang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum yang terlihat fakir memasuki majelis dan meminta kepada Rasulullah saw untuk membacakan beberapa ayat Alquran untuknya dan mengajarkan kepadanya dan ucapannya senantiasa ia ulang-ulang sehingga berkali-kali menyelang percakapan Rasulullah dan hal itu membuat beliau marah yang kemarahannya tampak terlihat di raut wajahnya dan berkata dalam hati mungkin para pembesar Arab ini berkata dalam dalam hati mereka bahwa pengikut Muhammad adalah orang-orang buta dan para budak. Kemudian beliau berpaling dari Abdullah dan meneruskan percakapannya dengan kelompok itu. Kemudian ayat ini turun menegur Nabi saw. Setelah peristiwa itu, Nabi senantiasa membesarkan kedudukan Abdullah dan berkata: "Selamat atas seseorang yang karenanya Allah menegurku." [1]

2. Mufasir Syiah memaparkan bahwa Ayat-ayat ini turun berkaitan dengan seorang lelaki dari Bani Umayyah yang duduk di samping Rasulullah saw. Di saat itu Abdullah bin Maktum memasuki majelis dan di saat mata lelaki tersebut melihat kedatangan Abdullah, ia langsung berdiri dan merapikan keadaannya, seakan-akan khawatir dirinya tercemar olehnya dan sambil mengerutkan wajahnya, diapun berpaling darinya. Lalu Allah swt menegurnya dengan menurunkan ayat-ayat ini. Sebab penurunan ini dinukil dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Shadiq as.[2]

Sebagian besar ulama Syiah seperti Sayid Murtadha dan Allamah Thabathabai tidak menerima sebab penurunan awal pada redaksi pertama. Allamah Thabathabai meyakini bahwa ayat-ayat surah ini tidak menunjukkan secara jelas dan gamblang bahwa yang dimaksud dengan orang yang kena teguran itu adalah Nabi Muhammad saw, akan tetapi malah sebaliknya, terdapat bukti-bukti menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah orang lain; seperti, dengan orang-orang kafir saja Nabi tidak cemberut apalagi dengan kaum mukmin. Selain itu, Allah swt dalam surah al-Qalam yang turun sebelum surah 'Abasa, akhlak Nabi dihitung sebagai akhlak yang agung. [Note 1] Begitu pula sebelum ini di berbagai banyak ayat telah diperintahkan kepada Nabi untuk selalu rendah diri dan tawaduk di hadapan kaum mukmin dan tidak diperkenankan untuk memperhatikan kegemerlapan duniwai. [Note 2] selain dari kesemuanya itu, tindakan semacam ini (mengerutkan dan memalingkan wajah dari orang yang fakir) menurut pandangan akal adalah hal yang buruk dan tidak mungkin dilakukan oleh Nabi saw.[3]

Referensi

1. Thabari, Jami' al-Bayan fi Tafsir Al-Qur'an, 1412 H, jilid 30, hal.33; Tafsir Razi, 1420 H, jilid 31, hal.53.

2. Thabrisi, Majma' al-Bayan, 1372 HS, jilid 1, hal.664; Thusi, al-Tibyan, 1409 H, jilid 10, hal.269.

3. Thabathabai, al-Mizan, jld.20, hlm.331-332.

Note 1:وَ إِنَّكَ لَعَلى‏ خُلُقٍ عَظِيمٍ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. Al-Qalam, ayat 4.)

Note 2: Seperti: "وَ أَنْذِرْ عَشيرَتَكَ الْأَقْرَبينَ وَ اخْفِضْ جَناحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنينَ" Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.(Q.S. al_Syuara', ayat, 214-215) dan "لا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلى‏ ما مَتَّعْنا بِهِ أَزْواجاً مِنْهُمْ وَ لا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَ اخْفِضْ جَناحَكَ لِلْمُؤْمِنينَ" Janganlah sekali-kali kamu menujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.(Q.S. al-Hijr, ayat 88.)

(Dikirim oleh M. Adlany)

 

Fri, 23 Mar 2018 @15:20

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved