Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Hukum tentang Sulaman kata Allah dan Kewajiban Moral

image

Soal: Apa pendapat Anda mengenai sulaman kata Allah dan ayat-ayat Al-Quran?

Jawab: Tidak apa-apa lantaran beberapa hiasan mungkin berpengaruh lebih mendalam dan positif dalam jiwa. Sedangkan menyentuh sulaman-sulaman tersebut kebolehannya tidak berbeda dengan kata-kata suci yang tidak disulam.[]

Soal: Apakah seorang laki-laki dan seorang perempuan yang taat pada kewajiban moral boleh mengambil profesi sebagai penyanyi atau penari?

Jawab: Tentang masalah ini, sesungguhnya terdapat bermacam-macam pendapat yang berbeda. Beberapa pemikir agama melarang dua profesi ini karena dianggap sebuah permainan atau kesenangan. Sedangkan yang lainnya percaya bahwa jenis lagu yang tidak membangkitkan nafsu dan pada saat yang sama memperkuat kewajiban moral adalah dibolehkan. Dengan alasan ini, saya membolehkan kedua profesi yang menjaga kewajiban moral. Guru saya, Ayatullah Sayyid al-Khu'i juga membolehkan. Jelas sekali bahwa walaupun kami membolehkan hal-hal tertentu karena kurang bukti untuk melarangnya, pada saat yang sama kami mempertimbangkan batasan sosial. Kita percaya bahwa dua profesi ini secara sosial tidak diterima. Mengapa? Karena sepanjang sejarah Islam, kita tidak mendapati seorang muslimah yang berprofesi semacam ini. Dilihat dari konsekuensi dan batasan sosial, jenis-jenis profesi semacam ini dimasukkan pada pertimbangan pelarangan sekunder. Sementara itu, saya kira karena keadaan Muslim telah berubah dan banyak kebiasaan yang tidak dikenal menjadi dikenal, maka permasalahan-permasalahan tersebut (khususnya apabila orang-orang membeda-bedakan antara seni yang sah dan tidak sah) mungkin menjadi dikenal. Karena itu pula, kami sejauh ini berhati-hati mengenai profesi-profesi ini dalam rangka mengidentifikasi apa-apa yang menguntungkan Islam.[]

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Thu, 5 Apr 2018 @08:47

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved