AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Hadis Rukun Islam (mazhab Syiah Imamiyah)

image

Beredar informasi dari media sosial bahwa Syiah Imamiyah yang dikenal mazhab Ahlulbait (Keluarga Nabi Muhammad saw) sebagai ajaran yang tidak bersumber dari agama Islam. Ketahuilah mazhab Ahlulbait dalam prinsip keislaman (rukun Islam) merujuk pada hadis dari jalur Ahlulbait sehingga berbeda dengan hadis rukun Islam dari jalur sahabat yang dipegang kaum Sunni atau Ahlussunnah. Meski beda jalur riwayat hadir, ternyata rukun Islam antara Sunni dan Syiah banyak memiliki kesamaan.

Berikut ini hadis dari jalur Ahlulbait yang menyebutkan “rukun Islam” yang dipegang kaum Syiah Imamiyah (atau pengikut Keluarga Nabi Muhammad saw).

Riwayat-riwayat diambil dari kitab Wasail al-Syi'ah (juz 1, bab Muqaddimat al-'Ibadat, pasal pertama; Penerbit Muassasah Al al-Bait li Ihya al-Turats. Cetakan ke-2, tahun 1414 H.) dan Kitab al-Kafi karya Muhammad bin Ya'qub al-Kulaini, cet.1 (Beirut: Mansyurat al-Fajr, 1428 H / 2007 M) juz 2, bab دعائمالإسلام, pada halaman 15,16, dan 17. 

1. Dari Ali bin Muhammad, dari sebagian sahabat-sahabatnya, dari Adam bin Ishaaq, dari Abdur Razaaq bin Mahraani, Dari Al-husain bin Maymuun, dari Muhammad bin Salim, dari Abi Ja'far (alaihi salam) dalam sebuah hadits beliau berkata: Islam berdiri atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-nya, mendirikan Shalat, Menunaikan Zakat, Berhaji ke rumah Allah, dan Puasa pada Bulan Ramadhan.

2. Dari Ali bin Ibraahiim, dari Ayahnya dan Abdillah bin Asshalti semuanya, dari Himaad bin 'Isa, dari Jariir bin Abdillah, dari Zuraarah, dari Abi Ja'far (alaihi salam) beliau berkata:  Islam
berdiri atas lima perkara:  shalat, Zakat, Hajji, Shaum, dan Wilayah
.

3. Dari Al-husain bin Muhammad Al-asy'ariy, dari Ma'laa bin Muhammad Az-ziyad, dari Husain bin Ali Al-wasyaa, beliau berkata:  Telah berkata Abaan bin 'Utsman, dari Al-fadhiil, dari Abi Hamzah, dari Abi Ja'far (alaihi salam) beliau berkata: Islam berdiri atas lima perkara: Shalat, Zakat, Shaum, Hajji, dan Wilayah. Dan tidak akan diseru dengan sesuatu kecuali kami seru dengan wilayah.

4. Dari Idah dari Sahabat-sahabat kami, dari Sahal bin Ziyad, dari Ahmad bin Muhammad bin Abi Nashir, dari Mutsana Al-Hanaath, dari Abdillah bin 'Ijalaani, dari Abi Ja'far (alaihi salam), beliau berkata: Islam berdiri atas lima perkara: Wilayah, Shalat, Zakat, Shaum di Bulan Ramadhan, dan Haji.

5. Dari Muhammad bin Al-hasan, dari Sa'ad Al-Qaasim bin Al-hasan bin 'Ali bin Yaqthiin, dari Ibnu Abi Najraan dan Ja'far bin Sulaiman; semuanya, dari Al'Alaa bin Raziin, dari Abi Hamzah Ats-Tsumaali, dia berkata: Telah berkata Abu Ja'far (alaihi salam): Islam berdiri atas lima perkara. Mendirikan shalat, menunaikan zakat, Haji ke rumah Allah, Shaum Bulan Ramadhan, dan Wilayah kepada kami Ahlulbait. Dan telah dijadikan pada keempatnya keringanan, sedangkan pada wilayah tidak ada keringanan. Barangsiapa tidak mempunyai harta, maka zakat
tidak diwajibkan baginya. Barangsiapa tidak mempunyai harta, maka haji tidak diwajibkan baginya. Dan barangsiapa dalam keadaan sakit, ia dapat mengqadha' shalatnya dan berbuka puasa pada Bulan Ramadhan. Sedangkan wilayah, sungguh, baik itu untuk seorang yang sakit, untuk seorang yang memiliki harta ataupun tidak memiliki harta, maka baginya adalah suatu yang sangat penting.


6. Abu 'Ali Al-asy'ariy dari Al-husain bin 'Ali Al-kufi, dari Abbaas bin Amir, dari Aban bin 'Utsman, dari Fudhaili bin Yasaar, dari Abi Ja'far (alaihi salam), beliau berkata: Islam berdiri atas lima perkara:  Shalat, Zakat, Shaum, Haji, dan Wilayah. Dan tidak akan diseru dengan sesuatu sebagaimana kami seru dengan wilayah. Maka manusia mengambil yang empat dan meninggalkan yang ini yaitu wilayah.

7. 'Ali bin Ibraahiim dari Ayahnya dan Abdillah bin Assholti semuanya, dafi Hammaad bin 'Isa,  dari Hariiz bin 'Abdillah, dari Zurarah dari Abi Ja'far (alaihi salam) beliau berkata: "Islam didirikan atas lima perkara: Shalat, Zakat, Haji, Shaum, dan Wilayah.” Zurarah (aku
bertanya): "Yang manakah dari itu semua yang lebih utama?" Beliau menjawab: "Wilayah lebih utama, karena wilayah merupakan kunci (keselamatan) untuk mereka dan doalah bukti (hujjah) atas mereka yang mendukung."

8. Iddah dari Sahabat-Sahabat kami, dari Sahl bin Ziyad, dari Ahmad bin Muhammad bin Abi Nashri, dari Mutsana Al-hannaath, dari 'Abdillah bin 'ajlaani, dari Abi Ja'far (alaihi salam) beliau berkata: Islam didirikan atas lima perkara: Wilayah, Shalat, Zakat, Shaum pada Bulan
Ramadhan, dan haji.

9. ‘Ali bin Ibraahiim, dari Shaalih bin Assindii, dari Ja'far bin Basyir, dari Abaan, dari Fudhail, dari Abi Ja'far (alaihi salam) beliau berkata: Islam didirikan atas lima perkara. Shalat, Zakat,
Shaum, Haji, dan wilayah. Dan tidak akan diseru dengan sesuatu kecuali kami seru dengan wilayah pada hari Ghadir
.

Demikian riwayat tentang rukun Islam (yang dipegang oleh pengikut Syiah Imamiyah atau Ahlulbait as) sebagai prinsip dan landasan dalam menjalankan amaliah ibadah keagamaan Islam.

(NOTE: mohon maaf terjemahan di atas kurang baik, sehingga jika ada yang berkenan untuk memperbaikinya kami sangat berterima kasih)


Tue, 10 Apr 2018 @09:37

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved