Rubrik
Terbaru
PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed
AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

WhatsApp: 0812-2391-4000

Fanpage: Komunitas Misykat

Twitter: Sekolah Islam Ilmiah

BERBAGI BUKU ISLAM

MISYKAT akan memberikan buku-buku ISLAM secara gratis. Silakan tulis nama, alamat lengkap, dan WhatsApp (aktif) pada KONTAK

BAHAN BACAAN

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Bagaimana Pandangan Ahli Fikih tentang Akting?

image

Soal: Di masa lalu para ahli fikih melarang akting-akting (acting), tetapi pada saat ini Anda membolehkannya. Apakah hal ini berarti bahwa para ahli fikih terdahulu salah? 

Jawab: Saya kira yang para ahli fikih maksudkan bukan akting itu sendiri. Pasalnya, makna kata akting dalam bahasa Arab (timtsal) yang mungkin telah membingungkan mereka. Sesungguhnya dalam bahasa Arab, akting (tamtsil) berasal dari (timtsal) yang mengandung makna seni pahat, dan beberapa ahli fikih Suni dan Syi'ah melarang seni pahat karena melambangkan keberhalaan. Saya kira mereka tidak melarang akting.*** 

Soal: Bagaimana pendapat Anda, apabila seorang sutradara salah dalam menetapkan peran bagi para aktornya? Maksud saya, apabila aktor yang paling profesional dan ahli mengambil peran sebagai orang yang berkarakter jahat, dia mungkin merangsang dan mempengaruhi para penonton dengan lebih baik daripada para aktor rata-rata yang memainkan peran sebagai seorang reformer. Namun, keadaan ini berpengaruh negatif akan kepribadian yang mereka tampilkan.

Jawab: Ketika kita berbicara tentang teater Karbala, kita menghendaki bahwa semua sarana teknis yang mencakup teater, aktor, teks, isi, dan spiritualitasnya mesti membuahkan hasil yang positif. Dengan kata lain, sang sutradara seyogyanya mempertimbangkan dan melakukan segala sesuatu dengan serius.***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

 

Sat, 14 Apr 2018 @19:38

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved