Rubrik
Terbaru
RSS Feed
AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Prinsip-prinsip Pendidikan Anak

image

Tanya: Mungkinkah memberikan batasan atas prinsip-prinsip umum pendidikan, sehingga memudahkan keluarga dalam menjalankan tugas mereka?

Jawab: Secara umum, metode pendidikan yang harus dijalankan keluarga adalah bahwa hendaknya mereka tidak mengganggap anak sebagai bagian dari kepemilikan mereka. Manusia yang baik, sekaitan dengan masyarakat, adalah manusia yang menjadi faktor yang baik dan pemimpin yang bijak. Sesungguhnya, prinsip pendidikan Islam menuntut kedua orang tua untuk menganggap anak mereka sebagai amanah Allah di tangan mereka. Ini bisa diwujudkan dengan menampakkan rasa cinta, mendengarkan ucapannya, menghormati pemikirannya, mengajarkan kepadanya bahwa dia mampu mencapai apa yang diinginkannya dengan usaha yang gigih dan terus berpikir. Kemudian kedua orangtua mengajarkan kepada anak bagaimana cara mengritik, mendebat, menerima (pendapat), ataupun menolaknya. Sebab ini mengajarkan cara menghormati orang lain. Barangsiapa yang tidak menghargai pemikiran orang lain maka dia tidak layak diajak bicara.

Menghormati anak kecil dan mengajarkan padanya cara menghormati orang lain merupakan metode pendidikan yang sempurna. Di sini, keluarga menerima apa yang diusulkan anak berdasarkan pemikirannya. Sehingga apabila dia melontarkan pemikiran yang dangkal, hendaknya mereka tidak bergegas mengejek pemikirannya, namun berusaha memberikan dalil atau alasan atas kekeliruan pemikirannya itu. Juga memberinya dorongan semangat agar kembali berpikir dengan cara terbaik tanpa membuatnya putus asa. Sebab mengejek pemikiran anak terkadang menjadikan anak menganggap dirinya bodoh, lemah, dungu, dan anggapan-anggapan negatif lainnya, sebagaimana kondisi anak-anak yang diperlakukan kasar oleh kedua orang tua atau gurunya, saat keliru dalam berpikir atau salah mengambil keputusan.

Untuk menanggulangi hal ini, kesalahan anak harus dibenahi dengan cara yang bijak, tanpa menyinggung perasaan atau kepribadiannya. Kita harus berusaha memberinya petunjuk agar dia sampai pada kesimpulan yang benar. Umpamanya, kita katakan padanya, “Pemikiran seperti ini masih belum tepat dan tak ada yang berpendapat begitu. Engkau belum menggunakan cara yang tepat dalam berpikir, sehingga tak mencapai kesimpulan yang benar (tentunya dengan bahasa kanak-kanak). Ulangi lagi, mungkin engkau akan berhasil kali ini.” ***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)

 

Wed, 18 Apr 2018 @14:10

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved