AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Cintailah Saudaramu seperti Engkau Mencintai Dirimu Sendiri

image

Tanya: Mungkinkah menerapkan prinsip cintailah saudaramu seperti engkau mencintai dirimu sendiri terhadap anak kecil, padahal dia adalah anggota keluarga yang paling sedikit wawasannya?


Jawab: Kita mesti mengkaji pengertian yang disebutkan dalam banyak riwayat dengan berbagai cara ini, seperti "Seseorang di antara kalian tidak beriman hingga dia mencintai bagi saudaranya apa yang dia cintai bagi dirinya sendiri dan membenci bagi saudaranya apa yang dia benci bagi dirinya sendiri." Atau dalam riwayat lain: "Wahai anakku, jadikanlah dirimu sebagai neraca antara kamu dengan orang lain. Karena itu, cintailah bagi orang lain apa yang engkau cintai bagi dirimu sendiri. Dan bencilah baginya apa yang engkau benci bagi dirimu sendiri." Dan hadis-hadis lain. Kita lihat, prinsip pergaulan dengan orang lain adalah menempatkan diri sendiri dalam posisinya. Yakni seseorang di antara kita bertanya pada dirinya sendiri, apa yang akan dia minta seandainya berada dalam posisi orang lain. Apa yang akan kulakukan jika aku jadi anak kecil? Bagaimana cara bergaul dengan anak kecil? Apa yang akan kuminta dari ibuku jika aku anaknya? Apa yang akan kuminta dari guruku jika aku menjadi murid? Benar, prinsip pergaulan dengan orang lain adalah keadilan. Maksudnya, kita harus memperlakukan orang lain sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri.

Atas dasar ini, ketika kita hendak bergaul dengan anak kecil, maka kita harus mampu menyelami perasaan, kebutuhan, impian, dan penderitaannya. Saat kita memasuki dunia anak, kita mesti menyingkap keinginan dan kebutuhannya, agar kita dapat segera memenuhinya untuk menghormati kepribadian dan perasaannya. Yang terpenting, kita berusaha meringankan deritanya dan tak menghancurkan impiannya. Jadi, prinsip pergaulan dengan orang lain tidak berbeda; baik dengan orang dewasa maupun dengan anak-anak; setiap orang memposisikan dirinya sebagai orang lain dan bergaul atas dasar pemikiran ini. Perlu ditegaskan di sini bahwa melalui proses pendidikan, kita saling memberi; bukan satu pihak sebagai pemberi dan pihak lain sebagai penerima.***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)

Thu, 19 Apr 2018 @14:10

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved