AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Menghukum dengan cara Memukul dalam Pendidikan

image

Tanya: Kebanyakan hukuman yang digunakan dalam pendidikan adalah hukuman berupa pemukulan. Bagaimana pendapat Anda sekaitan dengan jenis hukuman seperti ini?

Jawab: Para ayah, ibu, dan pengajar biasanya menggunakan pukulan untuk menundukkan anak, lantaran kurangnya kesabaran mereka sendiri. Mereka yakin, metode ini berguna dalam menyelesaikan problema mereka dengan anak-anak. Memang, adakalanya pukulan berhasil membuat anak tunduk seketika, tetapi pada kenyataannya itu akan meninggalkan dampak-dampak negatif dalam kepribadiannya. Di satu sisi, hukuman tersebut akan menciptakan perasaan takut dalam diri anak, dan sisi lain akan menumbuhkan sifat membangkang dalam dirinya. Memaksa anak dengan kekerasan atau pukulan, dalam menerapkan metode pendidikan, adalah sebentuk kezaliman yang harus dihindari. Dalam sebuah riwayat disebutkan: "Menzalimi orang lemah merupakan kezaliman paling keji." Karena itulah, kita harus menghormati nilai-nilai kemanusiaan anak sebagai bagian dari penghormatan nilai kemanusiaan diri kita sendiri.

Sesungguhnya, problema penindasan manusia terjadi lantaran para penguasa adalah orang-orang egois yang menuntut orang lain bersikap manusiawi terhadap diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menghormati (hak yang sama pada) orang yang mereka tuntut. Dalam sebuah untaian doanya, Imam Ali Zainal Abidin al-Sajjad berseru: "Ya Allah, sebagaimana Engkau membenciku berbuat zalim, maka peliharalah diriku agar tidak berbuat zalim." Inilah makna dari: perlakukanlah manusia sesuai dengan apa yang kamu cintai mereka memperlakukanmu, dan makna dari: Wahai anakku, jadikanlah dirimu timbangan antara kamu dengan orang lain, maka cintailah bagi orang lain apa yang kamu cintai bagi dirimu. Dan bencilah baginya apa yang kamu benci bagi dirimu. Ya, metode kekerasan tak boleh digunakan, kecuali jika kondisi mendesak kita menggunakannya untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Keberhasilan metode pendidikan yang digunakan untuk mengantarkan pemikiran ke dalam benak anak atau menanamkan suatu perasaan ke dalam hatinya terletak pada bagaimana cara kita memelihara (integritas) kepribadian anak. Sebab, prinsip pendidikan umum yang harus kita perhatikan adalah bertindak dengan penuh kasih sayang terhadap anak. Benar, kasih sayang merupakan garis universal yang memperkuat hubungan Allah dengan manusia dan hubungan manusia dengan sesamanya.

Kasih sayang bukan sekadar ajaran moral, tetapi juga merupakan tolak ukur dalam memantau tingkat intelektual anak dan memahami keadaan-keadaannya, ketika kita berbincang dengannya atau saat kita mengarahkannya. Secara umum, pendidikan tidak cukup hanya dengan pembelajaran, tetapi yang lebih penting adalah pembinaan dan pembentukan kepribadiannya. Seorang pendidik harus banyak belajar dari pengalaman, agar mampu mewujudkan tujuan-tujuan yang diharapkan. Prinsip umum yang mengatakan: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (al-Baqarah: 286) menjelaskan tentang adanya pengarahan-pengarahan dan penetapan atas tugas-tugas tertentu.***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)

 

Sun, 22 Apr 2018 @13:39

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved