CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

KEBEBASAN DAN TOLERANSI, MASIHKAH KITA MILIKI?

image

Ketika bicara kebebasan berpikir dan toleransi di negeri kita, Indonesia, dan setelah mengajar dan hidup di Malaysia dan Brunei, saya selalu membanggakan kebebasan berpikir dan keterbukaan masyakat kita terhadap perbagai ragam pemikiran bahkan pemikiran agama. Dan kebebasan berpikir seperti itu, menurut saya dan juga sudah saya tulis di buku-buku saya, adalah penting sebagai syarat bagi terbangunnya sebuah peradaban dan sintesa-sintesa besar dalam pemikiran manusia.

Tetapi semakin ke sini, saya semakin ragu apakah pernyataan saya di atas masih berlaku? Semakin terasa betapa pemikiran agama semakin mengalami pengerucutan. Sekat-sekat semakin banyak dipancangkan di segala penjuru, dan penafsiran agama yang sempit, literal dan dogmatik ssmakin mewarnai wacana publik. Kearifan-kearifan para sarjana dan pujangga Muslim, para allamah, para hukama (filosof) dan awliya (sufi), semakin terpinggirkan dan digantikan dengan wacana-wacana keagamaan yang semakin mencekam, menakutkan, ancaman neraka.. sedangkan sisi cinta, kasih sayang, keindahan, keluhuran budi dan keindahan spiritual, intelektual, seni dan humanis semakin tersingkirkan. 

Akibatnya, keindahan dan keagungan Peradaban yang pernah menghiasi sejarah panjang kejayaan Islam  semakin sirna dari benak generasi muda kita, dan  tergantikan dengan imaj kekerasan, bentrokan, teriakan kebencian, peperangan dan lertumpahan darah, seperti yang diperlihatkan di depan mata para pemuda kita oleh kelompok ekstrim DAIS, Boko Haram al-Qaidah dsb. 

Kearifan para awliya yang sangat halus, toleran terhadap perbedaan, dan cara dakwah yang sangat persuasif dan efektif dengan menggunakan perangkat-perangkat budaya lokal, adalah warisan sangat berharga dan sangat cocok dengan kepribadian bangsa kita, hendaknya terus kita plihara sebagai cara yang sangat cocok untuk membatasi dan membendung lajunya  cara-cara keras dan intoleran yang akhir-akhir ini telah semakin merebah di tanah air yang sangat toleran dan cinta danai ini. Marilah kita berdoa keoada yang maha kuasa, semoga kita diberikan kekuatan dan kemampuan untuk melestarikan niilai-nilai, cara-cara dan kearifan para keluhur kita yang telah membentuk suatu kepribadian bangsa yang sangat luhur yang menghargai perbedaan dan keragaman yang ada di masyarakat yang  telah nenjadi takdir dan milik abadi negeri tercinta ini.[]

Prof Mulyadhi Kartanegara

 

Wed, 25 Apr 2018 @13:28

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved