BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Menonton Film Porno bagi Suami atau Istri yang Frigid

image

Soal 1: Apakah suami atau istri yang frigid boleh menonton tayangan film-film porno?

Jawab: Saya kira menonton sebagai antisipasi frigiditas belum terbukti secara ilmiah. Sebaliknya (dengan menonton) sering mengimbaskan pengaruh negatif. Berbicara secara moral, praktek ini melemahkan ketahanan moral, mendorong manusia, bahkan suami istri pada keinginan saling menjauh yang membuat suami merasa terasing dari istrinya tatkala dia tidak mampu meniru tingkah laku (dalam film tersebut). Begitu pula sebaliknya. 

Demikian juga hal yang sama terjadi pada perzinahan. Apabila seorang suami berzinah dengan seorang pelacur, maka ia akan merasa kecewa ketika berhubungan dengan istrinya karena istrinya tidak dapat beraksi seperti yang dilakukan oleh sang pelacur yang telah memberi kenikmatan yang sempurna. Mungkin inilah salah satu alasan yang membuat sebagian mujtahid melarang nikah temporer (mut'ah) dengan pelacur. Karena itu, kami percaya bahwa film-x dan pornografi memiliki pengaruh negatif pada segi spiritual, moral, dan keluarga. Karena itu, saya melarangnya bagi pasangan suami istri tersebut.

Namun jika seorang suami atau istri, atau keduanya menderita frigiditas, apabila tidak ada sarana pengobatan, baik melalui cara yang alami (saling memberi) atau dengan cara medis, dan apabila satu-satunya cara untuk mengobatinya adalah dengan menonton film porno, maka boleh dilakukan. Ingat cara ini mesti dilakukan jauh dari akses apa pun, seperti mengkonsumsi dosis obat yang tepat, dengan syarat situasi yang pasif ini barangkali mengancam pernikahan mereka. ***

Soal 2: Sebagian (ulama fikih) membenarkan kebolehan menonton film porno dengan alasan bahwa film-film semacam itu membuat hubungan seks suami istri lebih nikmat, harmonis, dan bergairah. Karena itu, sang suami menjadi lebih lengket pada istrinya. Yang pada gilirannya dapat memperdalam dan memperkuat hubungan keluarga yang merupakan basis masyarakat yang kuat. Bagaimana pendapat Anda? 

Jawab: Apabila kita mempelajari beberapa naskah agama dari Nabi, maka kita mendapati arahan yang mendorong sang suami untuk menjadikan istrinya siap melakukan hubungan seks dengan cara membangkitkan gairahnya, dia juga didorong untuk tidak bercinta dengan istrinya dengan cara yang frigid. Sebaliknya, beberapa hadis menekankan seorang suami sebaiknya tidak melakukan hubungan sebelum gairah seks istrinya terpuaskan, sehingga dia tidak ditinggalkan dalam keadaan belum terpuaskan. Dan saya tidak menganggap bahwa manfaat menonton tayangan porno lebih dari sepuluh persen, padahal konsekuensi negatifnya barangkali lebih dari delapan puluh persen. Karena itu, manfaat yang sedikit ini tidak membuatnya halal karena kerugiannya lebih besar dengan batas yang sangat besar.*** 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Thu, 3 May 2018 @08:41

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved