AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Tazkirah Ramadhan: al-Ins dan al-Insan

image

Manusia juga disebut di dalam al-Quran dengan istilah 'al-Insan'.  Di antara ayat yang memperkenalkan manusia dengan istilah ini :

"Dan sesungguhnya kebanyakan penghuni neraka jahanam itu dari golongan Jin dan Manusia (al-Ins)" (QS 7:179).

"Sungguh telah Kami ciptakan Manusia (al-Insan) dalam sebaik-baiknya komposisi" (QS 54:4).

Mengapa manusia disebut dengan kata al-Insan ? Sebagian menyebut kata al-Insan berasal dari kata 'al-Nisyan' yang berarti lupa atau lalai karena manusia memang sumber kealpaan dan kelalain. Seperti disebutkan dalam kata mutiara berikut ini: 

الانسان محل الخطاء و النسيان

(Manusia tempat kesalahan dan kelalaian). 

Namun hal ini sulit dibenarkan karena justru menjustifikasi kekeliruan yang dilakukan oleh manusia padahal Allah justru menuntut manusia untuk berlaku benar. 

Kata al-Insan sesungguhnya bukanlah dari kata 'al-Nisyan' karena secara kebahasaan itu sebuah kekeliruan akan tetapi yang benar adalah kata al-Insan berasal dari kata 'al-Uns'  yang bermakna kedekatan dan kemesraan yang darinya keluar kasih dan sayang dan bertolak belakang dengan karakter kebuasan yang ada pada (al-Jin atau al-Haywan). 

Karenanya dimaknai al--Insan karena keluar darinya segala hal yang baik yang bertentangan dengan kebuasan (Mu'jam Muqayassah al-Lughah). 

Manusia dinamakan al-Insan karena keluar darinya segala karakter yang bersandar pd kasih sayang satu dengan yang lainnya (al-Mufrodat). 

Karenanya Allah SWT menyebut manusia sebagai al-Insan karena dirinya adalah makhluk yang paling dekat dengan Allah SWT di dalam diri manusia Allah berikan seluruh potensi yang tidak Allah berikan pada makhluk yang lainnya. Karena Allah SWT menciptakan manusia ini dengan rasa Kasih-Sayang-Nya maka diri manusia penuh dengan kelembutan dan kasih sayang sebagai fitrah yang ada pada diri manusia. Berbeda halnya dengan Jin dan Hewan yang insting dasarnya adalah Kebuasan. 

Al-Insan merupakan hakikat sesungguhnya dari diri manusia karenanya ketika Allah SWT menyebutk manusia dengan kata ini maka yang Allah maksud adalah hakikat diri manusia yang melekat padanya karakter dan kemampuan berfikir. bukan sekedar fisik biologis manusia semata seperti pada istilah al-Basyar. 

Manusia yang telah kehilang rasa kasih sayang sesungguhnya dirinya kehilangan al-Insaniyyah. Mereka turun pada derajat Jin atau Hewan hanya rupanya tetap sebagai al-Basyar namun bukanlah al-Insan.*** 

Kholid Al-Walid adalah dosen STFI Sadra, Jakarta


Sat, 19 May 2018 @13:32

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved