AUDIO MISYKAT

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK: Komunitas Misykat

BAHAN BACAAN

Diwan Syamsi Tabriz: Dialog dengan Rumah

image

Ada seseorang yang diam-diam bicara kepada rumahnya sendiri. "Kau jangan ambruk secara mendadak ya," katanya dengan sangat yakin. "Kalau mau ambruk, kasih tahu aku dulu sebelumnya ya?" 

Pada suatu malam, rumah itu tetap ambruk secara tiba. Apa kata si tuan rumah? "Hai rumah, lenyap di mana wasiatku yang selama ini selalu kusampaikan padamu? Bukankah sudah kukatakan padamu, bilang dulu sebelumnya kalau mau ambruk hingga aku bisa siap untuk bawa keluargaku dari sini. Tidakkah kau punya ikatan persahabatan denganku?" 

Rumah itu ternyata bisa menjawab dengan fasih. "Sudah kukabarkan kepadamu berkali-kali siang dan malam, wahai penghuniku. Kutunjukkan retakku kepadamu di mana, tapi kau tidak memperhatikan. Malah kau sumpal retakku itu dengan jerami dan lempung. Padahal dengan retak itu aku ingin katakan: Kekuatanku sudah rontok, hampir tiba waktuku ambruk." 

Ketahuilah bahwa rumah itu adalah jasadmu dan retakan adalah penyakit yang bersarang di situ. Kau obati retak sakitmu dengan obat yang serupa jerami dan lempung yang kau sumpalkan di dinding rumahmu. Jasadmu yang sakit bilang: "Aku akan pergi menuju ambang kematian." Tapi kau panggil dokter yang memberimu pengharapan dan membungkam kata jasadmu sendiri. 

Ketahuilah bahwa pening di kepalamu itu akibat minuman maut. Di saat itu, tenggaklah serbat "wa inna ilayhi raji'un." Jadikanlah taubat dan istighfar sebagai hidangan sisa umurmu.*** 

(Disadur dari kitab Diwan Syamsi Tabriz juz II hlm. 11-13 karya Maulana Rumi. Kairo: al-Markaz al-Qaumi li al-Tarjamah, cet. III, 016).

Mon, 21 May 2018 @11:24

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved