CERAMAH DAN KAJIAN ISLAM

TATA CARA WUDHU

TATA CARA SHALAT

TATA CARA TAYAMUM

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Sikap Atas Penyimpangan Gerakan Politik

image

Soal: Jika saya menjadi anggota suatu gerakan politik tertentu dan mengetahui bahwa partai tersebut melakukan beberapa penyimpangan. Apa yang mesti saya lakukan agar tidak menjadi korban dari beberapa pelanggaran?

Jawab: Apabila seseorang terjun pada sebuah gerakan politik tertentu, ia akan terikat oleh instruksi-instruksi, kewajiban-kewajiban, sikap-sikap, dan batasan-batasannya serta berpartisipasi dalam perjuangan dan lain-lain. Dia mesti mengambil jalan yang lurus secara jujur agar ia tetap berada dalam jalan dan petunjuk Allah. Apabila ia mendapati beberapa penyimpangan yang mungkin menjadikan dia terjebak berbuat dosa atau meninggalkan kewajiban tertentu, maka ia mesti bersuara kritis dan berusaha mengoreksinya dengan segala cara yang memungkinkan. Apabila ia tidak mampu memenuhi maksudnya, maka hal yang paling nyata dan natural adalah dengan tidak meneruskan perbuatan buruk. Kemudian keanggotaannya pada gerakan tersebut tetap bergantung pada hasil yang positif atau negatif, pada saat yang sama menunjukkan alasan penting yang dibuat oleh gerakan tersebut. Oleh karena itu, keterlibatan dalam gerakan ini, walaupun dengan beberapa kesalahan, penyimpangan dan pelanggaran, akan menyokong keobjektifan Islam yang agung dan mulia. Kalau kasusnya seperti ini, maka ia memiliki hak untuk mempertahankan keanggotaannya. Tapi sebaliknya apabila ia menjadi saksi palsu, apabila ia tidak mengemban misi Islam maka ia mesti keluar. ***

Soal: Usaha mengubah gerakan tersebut atau partai tersebut mungkin saja melanggar beberapa hukum dan peraturan partai. Apakah hal seperti itu menyangkut masalah yang legal? 

Jawab: Pertama-tama, hal ini bergantung pada jenis komitmnen yang dilakukan oleh orang tersebut ketika ia terikat pada gerakan tersebut. Kedua, dia mesti mengkaji seluruh aspek negatif dan positif yang kemungkinan terjadi selama destabilisasi tatanan umum gerakan tersebut. Dia juga mesti menguji dan mengevaluasi segala konsekuensi yang akan muncul karena ia mengekspos gerakan tersebut ke suasana perjuangan dengan maksud mengoreksinya. Oleh karena itu, ia apabila hasilnya lebih besar dan lebih menguntungkan maka ia mesti meraih tujuannya dan mengkonsultasikan pada orang-orang tentang pengalaman dan kebijakan dalam permasalahan ini apabila kebetulan memiliki pengalaman yang kurang memadai dalam perkara ini. ***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Fri, 10 Aug 2018 @19:55

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved