MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

PENGUNJUNG

Flag Counter

RSS Feed

Tentang Ulama yang Aktif dalam Partai

image

Soal: Ini berkaitan dengan keanggotaan ulama pada suatu partai, gerakan, dan lainnya bahwa fatwa Sayyid Muhammad Baqir ash-Shadr (semoga Allah merahmatinya) menyatakan dilarang. Bagaimana pendapat Anda? 

Jawab: Saya sudah mengkaji fatwa tersebut dan berkesimpulan bahwa Sayyid Muhammad Baqir Ash-Shadr tidak melarang keanggotaan. la hanya melarang ulama mendeklarasikan keanggotaannya di depan umum, dalam keadaan politik yang subjektif dan spesifik serta membuatnya tertekan dalam berhubungan dengan masyarakat pada periode tertentu sehingga ia tidak mampu berkhidmat dengan semestinya. 

Saya menyimpulkan bahwa Sayyid ash-Shadr (semoga Allah merahmatinya) mengeluarkan fatwa ini sebagai taktik saja dan bukan strategi dalam rangka mengantisipasi kondisi politik yang darurat. Sungguh, tidak mungkin dia menghalangi manusia dari hak menjadi anggota gerakan Islam dan politik tertentu yang ia yakini secara intelektual dan praktis. Namun, ulama tidak boleh menjadi bagian dari lingkaran perbedaan faksi yang menetapkan basis yang menjadi pedoman dalam mengklasifikasikan, menilai, dan memperlakukan manusia. 

Sesungguhnya menjadi anggota kelompok ini dan itu barangkali menghalangi kebebasan manusia dalam bergerak dan bertindak secara terbuka pada negara dan juga keterbukaan negara kepadanya yang konsekuensinya akan merusak peranan dan tanggung jawabnya yang umum pada negara. Karena itu, permasalahan ini mesti diputuskan menurut watak hasil yang positif atau negatif dan menurut kondisi yang lazim dalam kehidupannya.  ***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Sat, 18 Aug 2018 @16:14

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved