AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Partai Islam Mesti Terbuka dengan Seluruh Realitas Islam

image

Soal: Apa batas dan dimensi aktivitas partai Islam dari sudut pandang hukum? 

Jawab: Partai Islam manapun mesti terbuka pada negara secara keseluruhan, baik kepada kalangan Muslim yang mendukungnya ataupun yang beroposisi, bahkan pada orang-orang yang menganggap program dan gagasannya terlalu rumit bagi mereka. Sesungguhnya aktivitas Islam mana pun mesti terbuka pada negara. Secara faktual, aktivitas Islam tersebut mesti membuat negara menjadi tanggung jawabnya sendiri. Selama partainya berhadapan dengan orang-orang yang mendukung perkaranya, pada saat yang sama partai tersebut mesti melangsungkan dialog aktif dengan orang-orang yang berbeda haluan dengannya bersamaan dengan usaha menyelesaikan dan membantu perkara mereka, tak peduli apakah ketidaksetujuan mereka pada pendekatan, pendapat mereka atau yang lainnya. 

Selain itu, partai-partai Islam mana pun jangan pernah mengkotak-kotakkan orang-orang berdasarkan keanggotaan faksi mereka yang mengevaluasi komitmen Islam ketika bergandengan tangan dengan keyakinan-keyakinan faksi mereka sehingga mereka akan mulai menyampaikan berbagai penilaian yang memutuskan bahwa orang ini seorang mukmin dan yang lainnya mukmin palsu atau yang mirip dengan itu. Kita semua tahu bahwa Allah menerima penyerahdirian manusia pada kehendak-Nya yang berangkat dari kehendak seseorang atau rasa takut seseorang dan bukan dari pendirian seperti yang Al-Qur'an sampaikan dengan gamblang, (Orang-orang Arab Badwi berkata, "Kami telah beriman" katakanlah (kepada mereka), "Kalian belum beriman, tetapi katakanlah, 'kami telah tunduk pada Allah' karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu (QS al-Hujurat: 14).

Berdasarkan hal ini, kita menyadari bahwa Dia ingin merangkul semua orang dan menjauhkan dari kekafiran, bahkan apabila keanggotan mereka pada Islam bohong belaka. Karena itu, partai tersebut mesti melihat bangsa secara luas dan tidak secara parsial. Atas hal ini pula, partai tersebut sebaiknya tidak fanatik ketika beurusan dengan kelompok lain atau partai Muslim lainnya yang tidak setuju dengannya. Namun, ia dapat berbeda paham dengan partai-partai tersebut dengan cara bersaing dengannya secara jujur, yaitu melalui perdebatan dengan mereka melalui memasuki konflik kebudayaan dan politik yang tidak membahayakan keselamatan negara.

Dan saya ingin menekankan hal yang penting ini karena rencana dan metode arogan yang saat ini sedang berlangsung di rezim bangsa Islam adalah usaha pengucilan para pengikut organisasi Muslim dari akfivitas politik dengan cara tidak mengizinkan mereka membentuk partai atau gerakan politik Islam. Alasan mereka yang dibuat-buat atas perkara ini adalah suatu partai Islam akan mengimplikasikan bahwa Muslim secara khusus adalah orang-orang yang mengikuti partai tersebut. Sedangkan yang lainnya tidak. Mereka mengklaim bahwa partai tersebut hanya akan membagi dan menghancurkan bangsa. Kami telah menanggapi klaim ini dengan mengatakan bahwa logika semacam itu akan benar juga ketika berbicara tentang partai nasional atau patriotik dengan berargumen bahwa siapa saja yang menjadi pengikut (partai ini), berarti seorang nasionalis atau patriotik.

Yang ingin kami katakan adalah dengan tidak menghiraukan realitas dan kepraktisan ideologi atau proposal mereka pada tingkat politik, partai-partai Islam sebaiknya jangan pernah memberi kesempatan atau maaf kepada orang-orang tersebut yang membenarkan pendapat mereka dengan logika yang mereka buat sebagai pendekatan intelektual dan perilaku eksistensi faksi mereka. Kami percaya partai Islam melangkah selangkah ke depan untuk menyebarkan seruan tersebut. Partai Islam bertindak menurut seruan Islam seperti yang Nabi rencanakan, yaitu menyeru kaum Muslimin untuk mendalami keyakinan dan agama mereka, membuka wawasan baru bagi orang-orang yang tidak beragama Islam, dan mengubah realitas non-Islam menjadi realitas Islam. 

Berdasarkan keterangan ini, partai Islam mesti terbuka pada seluruh realitas Islam. Lebih jauh lagi, partai Islam mesti bekerja menyebarkan pemikiran Islam dalam mentalitas bangsa dan mendidik pikirannya berdasarkan pandangan Islam berkaitan dengan ajaran, syariah (hukum Islam), konsep politik, sosial, dan ekonomi dan lain sebagainya. Dan partai tersebut mesti bekerja keras sehingga mampu menciptakan masyarakat Islam atau bangsa dimana Islam dapat hidup di tengah tatanan intelektual dan praktis.

Kami berkesimpulan bahwa salah satu tugas partai adalah mendorong realitas agar dapat bergerak secara harmonis dengan gerakan politik, sosial, ekonomi, dan keamanan. Karena itu, gerakan partai mesti menindaklanjuti seluruh gerakan syiar Islam secara teoritis dan praktis agar mendapatkan manfaat dari semua energi yang tersedia pada bangsa dan meningkatkan kerja dari gerakan ini dengan kelenturan yang cukup dan mencegahnya dari sekian banyak konflik yang mungkin sedikit mengalihkannya dari melaksanakan program dan tujuan. Sedangkan kita sedang membicarakan tentang konflik-konflik yang mungkin terjadi dalam otoritas keagamaan yang umum atau apa saja yang sama dengan itu.

Menurut yang saya ketahui, peranan partai Islam adalah peranan seorang utusan yang sangat terbuka ketika melaksanakan syiar Islam secara keseluruhan dan pada umat manusia secara keseluruhan seperti yang disabdakan oleh Rasulullah saw: “Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian.” Sehingga partai pun mesti menjadi utusan yang menyeru manusia kepada Islam kepada segenap bangsa secara keseluruhan.***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)


 

Sat, 18 Aug 2018 @16:56

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved