AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Kemarin Lawan, Sekarang Kawan

image

Soal: Bagaimana sikap yang sah atas peribahasa misalnya lawan kemarin bisa menjadi kawan saat ini dan bagaimana peribahasa tersebut mempengaruhi tingkah laku dan sikap orang-orang? 


Jawab: Persoalan kawan dan lawan dapat berkaitan dengan persoalan prinsip ketika mencoba menilai sikap seseorang dan memutuskan apakah sikap-sikap tersebut sejalan atau berlawanan dengan manusia lainnya. Contoh dari persoalan ini adalah persoalan iman dan tidak beriman. Sudah jelas bahwa ketidakimanan adalah musuh iman dan antagonisme timbul antara kaum kafir (dalam posisi seorang kafir) dan orang mukmin (dalam posisi sebagai orang beriman). Karena itu, apa-apa yang kita sebenarnya miliki adalah sebuah perrnusuhan dari satu garis ke garis, dari sebuah prinsip ke sebuah prinsip dan bukan dari seorang ke orang lain. Namun, kadang-kadang kepentingan iman mengharuskan Anda melakukan hubungan. Di sini, saya tidak mengimplikasikan persahabatan dalam makna persahabatan spiritual dengan orang kafir karena dengan cara demikian Anda dapat memberi manfaat pada Islam dan iman. Misalnya, hubungan-hubungan yang ditegakkan antara sebuah negara Islam dan negara kafir. Hubungan-hubungan semacam itu didirikan dan dipelihara karena pertukaran ekonomi, budaya, pengetahuan dan teknologi yang berujung pada kepentingan negara.

Oleh karena itu, Anda mungkin berjumpa dengan sebuah partai kafir yang sependapat dengan Anda dalam mengkonfrontasi partai kafir lainnya yang mungkin lebih berbahaya bagi Islam dan Muslimin. Kadang-kadang Anda mendapati Anda sendiri tidak mampu melawan sebuah partai tertentu sendirian. Dalam kasus seperti ini, Anda pasti dapat memanfaatkan bantuan suatu partai atau orang tertentu untuk mengakhiri perlakuannya yang berbahaya. Jadi, tatkala Anda sedang menghadapi sebuah kasus yang mempertaruhkan kepentingan Islam yang agung maka Anda dibolehkan ikut sebuah partai tertentu untuk maksud politik, ekonomi, atau maksud lainnya.

Islam melarang Anda mencintai dan mendukung apa-apa yang menentang Allah. Secara faktual, dukungan dan cinta berdasarkan pada dalamnya keterbukaan spiritual kita vis-a-vis yang lainnya beserta segala karakteristik keterbukaannya. Karena itu, mencintai dan mendukung apa-apa yang menentang Allah Swt adalah keterbukaan pada kekafiran, sejenis kecerobohan atas kekafiran orang ini atau orang itu dan bertentangan dengan Al-Qur'anul Karim: Kalian tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya (QS al-Mujadilah: 22). 

Secara faktual, terdapat perbedaan antara cinta yang bersumber dari perasaan yang dalam, kesetiaan dan loyalitas dengan persahabatan, perhimpunan, dan kerjasama; sebuah hubungan yang dapat disebut persahabatan menurut makna politis. Oleh karena itu, seseorang dapat menjadi musuhku secara politik karena dia bertentangan dengan cara pandangku yang menurut realitas demi kepentingan Islam yang tertinggi dan termulia. Namun bisa saja di hari esoknya ia menjadi temanku apabila keadaan dan kondisi mengubahnya pendiriannya dari menentang menjadi terbuka. Tidak ada masalah berkaitan dengan poin permasalahan yang khusus dalam kasus ini. ***
 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)


Tue, 21 Aug 2018 @22:52

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved