AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Hukum Bunuh Diri (Operasi Syahid)

image

Soal: Apa sudut pandang hukum menyangkut pelaksanaan operasi (gerakan) syahid (media Barat acap menyebutnya bom bunuh diri)? 

Jawab: Melaksanakan operasi-operasi syahid menunjukkan salah satu cara jihad dalam menghadang para musuh. Allah yang Maha Tinggi memerintahkan kaum Muslimin untuk berjihad. Apabila syarat-syarat hukum terpenuhi, maka kaum Muslimin harus melakukan segala cara guna menghancurkan dan menghukum musuh-musuhnya serta mengembalikan Islam pada jalan yang besar.

Berbicara mengenai operasi-operasi syahid, sebagian orang barangkali ingat pada ayat Al-Qur'an: “dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, tetapi berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS al-Baqarah: 195) dan konsekuensinya, segala operasi yang telah diketahui sebelumnya bahwa seseorang akan mati dianggap operasi bunuh diri dan bunuh diri merupakan suatu pelanggaran dalam Islam.

Al-Baqarah ayat 195 ini ditujukan pada individu yang membunuh dirinya sendiri dan tidak mencakup persoalan jihad. Sebenarnya, jihad berdasarkan kesiapan seseorang atas suatu bahaya atau kerusakan dan hal ini mengandung arti membahayakan diri sendiri, baik orang tersebut yakin akan mendalaminya ataukah tidak.

Jadi, berperan melawan musuh dalam mempertahankan perkara Allah yang Maha Tinggi, melemparkan diri sendiri ke dalam bahaya di mana kematian sangat mungkin terjadi adalah apa-apa yang pejuang di jalan Allah lakukan. 

Secara faktual, mujahidin tidak ragu menghadapi bahaya apabila implementasi jihad mengharuskan demikian dan peperangan dalam rangka menggapai tujuan-tujuan yang agung mengharuskan tindakan penyerangan untuk membunuh musuh sebanyak mungkin.

Karena itu, apabila sang pemimpin operasi syahid melihat bahwa untuk meraih tujuan dan mendapatkan kemenangan Islam, peperangan tersebut mengharuskan melakukan peledakan diri sendiri di tengah-tengah musuh, maka persoalan akan menjadi salah satu dari aspek-aspek jihad. 

Allah yang Maha Tinggi tidak menetapkan cara tertentu untuk melaksanakan jihad. Bahkan Dia menyerahkan persoalan ini kepada pemimpin yang mengawasi pertempuran; sehingga yang disebutkan terakhir tadi (pemimpin) akan mempertimbangkan tindakan yang dikenal juga yang tidak dikenal atau langkah-langkah yang mesti diambil selama jihad. Dengan jihad ini, maka tercapailah kemenangan Islam, keselamatan kaum Muslimin dan sebagainya.

Atas dasar ini, kami yakin bahwa bukti kelegitimasian jihad menegaskan legitimasi operasi syahid apabila kondisi-kondisi militer yang mengarah pada hasil-hasil yang seperti tatkala kita melihat pertempuran dengan pedang, serangan militer, dan lain-lain. *** 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Mon, 3 Sep 2018 @09:44

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved