AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Siapa yang Berhak Menentukan Operasi Syahid?

image

Soal: Siapa yang bertanggungjawab menentukan pentingnya operasi syahid? 

Jawab: Tentu saja orang-orang yang ahli dan pakar yang diwakili oleh kepemimpinan yang diberi kewenangan (authorized leadership) yang menunjuk dan mengarahkan mujahidin yang melakukan operasi syahid; sebagaimana kepemimpinan ini pernah mengirim para tentara dalam peperangan berpedang (seperti zaman kuno), atau tatkala ia pemah mengirim tentara dalam bentuk jihad lainnya. Ketika kepemimpinan ini ingin membuat sebuah rencana, maka akan wajar sekiranya berkonsultasi dengan seorang ahli. Apabila orang-orang tersebut (setelah mempelajari pokok bahasan secara menyeluruh dan dari segala aspek) berpendapat bahwa rencana tersebut kokoh dan andal serta terbukti pentingnya operasi syahid, maka mereka memutuskan untuk melakukan operasi tersebut di medan peperangan. ***


Soal: Pendapat yang beredar menyebutkan bahwasanya operasi syahid pada awalnya dilarang, tetapi sang pemimpin atau fakih barangkali melihat bahwa terdapat beberapa alasan baik yang membolehkan. Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini?

Jawab: Kami telah berbicara tentang tindakan bunuh diri yang disengaja yang tidak berkaitan dengan jihad. Bunuh diri bersumber dari kondisi individualistis yang muncul sebagai akibat dari permasalahan emosi, keuangan, psikologis, atau permasalahan lainnya. Karena itu, kami tidak menganggap operasi-operasi syahid pada awalnya dilarang karena berdasarkan rencana dan tindakan militer yang ditetapkan oleh pemimpin tertinggi sebagaimana dia memutuskan penyerangan berpedang, penyergapan, atau bentuk taktik militer lainnya. Sang pemimpin menentukan rencana kemudian memerintahkan kepemimpinan eksekutif seniornya untuk melaksanakan. 

Kami tidak mendapati perbedaan antara operasi syahid dan bentuk serangan atau pertahanan militer lainnya menyangkut perintah atau keotoritasan yang diperlukan pemimpin atau komandan karena tentara Islam tidak dibolehkan mengambil keputusan untuk melaksanakan jihad secara pribadi. Bahkan, dia mesti mengikuti perintah-perintah pimpinan karena hanya pemimpin yang dapat membuat perintah jihad absah mana pun dan dapat memerintahkan implementasinya. ***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Mon, 3 Sep 2018 @09:48

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved