AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Siapa yang Menyebutkan Jumlah Ayat Al-Quran dengan Angka 6666?

image

Bagaimana dengan angka 6.666 yang sangat populer? Angka ini memang cukup populer karena cukup mudah dihafal. Sekali dengar, pasti tidak akan lupa sampai mati. Agar kita tidak terlalu cepat mengatakan bahwa pendapat ini tidaklah berdasar sama sekali dan terlalu mengada-ada, maka pertama saya ingin menunjukkan bahwa paling tidak pendapat ini dapat ditemukan dalam keterangan:

Syekh Nawawi al-Bantani (w. 1316 H/1897 M) dalam kitabnya Nihayatuz-Zain fi Irsyadil-Mubtadi’in. Wahbah az-Zuhaily dalam kitabnya At-Tafsir al-Munir fil-‘Aqidah wasy-Syari’ah wal-Manhaj, (2003, jilid 1/45).

Pastinya hitungan 6.666 tersebut tidak dimaksudkan menunjuk pada urutan jumlah ayat Al-Qur’an, karena pasti kita tidak akan mendapatkan jumlah sebesar itu. Seperti yang sudah kita ketahui, jumlah ayat dalam artian urutan total ayat Al-Quran adalah sebagaimana menurut tujuh mazhab yang diikuti dalam menghitung ayat Al-Qur’an.

Lalu apa maksud Syekh Nawawi dan Syekh Wahbah menyebutkan bilangan 6.666? Apakah keduanya tidak faham ilmu cara menghitung ayat Al-Qur’an? Pasti keduanya faham betul karena keduanya jauh lebih alim dan mumpuni keilmuannya daripada kita semua.

Jadi, jumlah 6.666 tersebut dimaksudkan untuk menunjuk kandungan ayat Al-Qur’an dengan rincian sebagai berikut: al-amr (perintah) berjumlah 1000, an-nahy (larangan) berjumlah 1000, al-wa’d (janji) berjumlah 1000, al-wa’id (ancaman) berjumlah 1000, al-qasas wal-akhbar (kisah-kisah dan informasi) berjumlah 1000, al-ibr wal-amtsal (pelajaran dan perumpamaan) berjumlah 1000, al-haram wal halal (halal dan haram) berjumlah 500, ad-du’a (doa) berjumlah 100, dan an-nasikh wal-mansukh (nasikh mansukh) berjumlah 66.

Jumlah kandungan Al-Quran sebanyak 6.666 ini, hanyalah satu pendapat dari sekian banyak pendapat yang ada. Masing-masing Ulama pasti mempunyai hitungan yang berbeda satu sama lain. Memang demikianlah, tidak ada pendapat yang bisa mengklaim paling benar melebihi pendapat lainnya.***

Ditulis oleh FAHRUR ROZI, Pentashih LPMQ Kementerian Agama RI

(Facebook Fahrur Rozi)

Mon, 15 Oct 2018 @10:28

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved