AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Menghitung Jumlah Ayat Al-Quran

image

Dalam menghitung ayat Al-Qur'an di antara ulama terdapat perbedaan cara menghitung. Paling tidak terdapat tujuh mazhab yang diikuti dalam menghitung jumlah ayat Al-Qur'an. Mushaf riwayat Hafs mengikuti hitungan Mazhab al-Kufi, sehingga jumlah ayat Al-Qur'an berjumlah 6236 ayat.

Sementara Mushaf Warsy paling umum mengikuti hitungan mazhab al-Madani al-Akhir, sehingga jumlah ayat Al-Qur'an berjumlah 6214 ayat. Namun ada juga terbitan Mushaf Warsy, yang jumlah ayatnya mengikuti hitungan al-Kufi, namun ini tidak umum.

Adanya perbedaan dalam menghitung jumlah ayat Al-Qur’an tidak berarti bahwa yang menghitung lebih banyak telah menambahi ayat Al-Qur’an, atau sebaliknya yang menghitung lebih sedikit telah mengurangi ayat Al-Qur’an, bukan demikian. Namun, perbedaan tersebut disebabkan oleh cara penghitungan yang berbeda dari masing-masing mazhab.

Penghitungan ayat Al-Qur’an didasarkan dari bacaan Rasulullah saw yang didengar oleh para Sahabat Nabi, lalu bacaan tersebut diajarkan secara estafet oleh para sahabat kepada generasi berikutnya.

Dalam hal mendengar bacaan Nabi, ketika Nabi berhenti pada beberapa kata tertentu, muncullah perbedaan pemahaman di antara yang mendengarkan, apakah Nabi sekedar waqaf, atau berhentinya tersebut disebabkan karena akhir ayat. Di sinilah letak perbedaannya.

Kita ambil contoh sederhana, ketika Rasulullah membaca: Alif Lam Mim, zalikal kitabu la raiba fih, hudal lilmuttaqin. Apakah ketika berhenti pada Alif Lam Mim itu, Nabi sekedar berhenti, atau itu akhir ayat. Di sinilah ulama berbeda. 

Al-Kufi menganggap itu ayat tersendiri. Sementara yang lain hanya menganggap itu sekedar berhenti untuk waqaf. Sehingga, Al-Kufi menghitung Alif Lam Mim, zalikal kitabu la raiba fih, hudal lilmuttaqin, menjadi ayat 1 dan 2, dan selainnya hanya menghitung menjadi ayat 1. ***

Ditulis oleh FAHRUR ROZI, Pentashih LPMQ Kementerian Agama RI

(Facebook Fahrur Rozi)

Mon, 15 Oct 2018 @10:33

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved