AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Jangan Kau Beri Hikmah

image

"Jangan kau berikan hikmah kepada orang yang tak layak menerima, kau akan membuat hikmah itu salah makna, dan jangan kau tahan hikmah dari orang-orang yang berhak menerima, kau akan membuat mereka salah arah"

~ Maulana Rumi dalam Fihi ma Fihi ~

 

Islam tidak hanya memiliki dimensi zahir (aspek luar), tapi juga memiliki dimensi batin. Dalam surah (Al-Ĥadīd):3 Allah swt menjelaskan diriNya, "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu".

Alam semesta adalah manifestasi dari Ilahi. Apapun yang ada di alam ini berasal dari diriNya sebab tidak ada sesuatu apapun di alam ini yang keluar dari diriNya.

Jadi, apa pun yang ada di alam ini selain memiliki sisi zahir, pasti memiliki sisi batin. Zahir adalah apa yang nampak, sedangkan batin adalah sesuatu yang ada dibalik zahir. Zahir dan batin bukan sesuatu yang terpisah, namun sesuatu yang pararel dan tak terpisahkan.

Adapun hikmah adalah aspek batin dari sesuatu. Hikmah tersembunyi dibalik sesuatu yang nampak. Sebab itu hikmah mesti didekati dengan pendekatan batin. Tidak dengan mata zahir namun dengan mata batin.

Oleh karena itu, memahami batin tidak sama dengan memahami yang zahir. Memahami batin diperlukan kesucian hati sebab hikmah lahir dari orang-orang yang memiliki kesucian jiwa.

Dan ini maksud dari Maulana Rumi, orang yang layak menerima hikmah adalah orang-orang yang memiliki wadah yang suci, keluasan jiwa, dan pandangan yang luas. Sehingga jika seseorang menerima suatu hikmah, orang tersebut tidak akan salah dalam memaknainya. Begitu pun sebaliknya. *** (Muh. Nur Jabir)


Mon, 15 Oct 2018 @10:40

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved