AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Membaca buku Sufisme Sunda

image

Beres juga baca buku Sufisme Sunda karya Dr Asep Salahudin. Buku yang tebalnya 392 halaman ini diterbitkan Nuansa Cendekia, Bandung, tahun 2017. Secara isi buku terbagi sembilan bagian yang terdiri artikel pendek dan tuntas setiap ulasannya disertai hikmah diujung tulisan. Hampir semua tulisan yang tersaji atau ditulis oleh Kang Asep berupa ulasan atau komentar dengan menarik makna dari tema atau cuplikan sajak Sunda yang disodorkan sebagai bahan kajiannya.

Kang Asep, yang sehari-hari beraktivitas sebagai dosen dan staf Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, konsisten dalam menyajikan tema kajian dalam buku yang berkaitan dengan toleransi, kesadaran akan keragaman budaya, cinta tanah air, dan khazanah budaya lokal. Untuk yang terakhir ini dominan mengambil cuplikan dari karya Haji Hasan Mustapa dan Mang Koko. Kemudian diberi penafsiran dan dihubungkan dengan fenomena kekinian di Indonesia.

Aspek sufisme tampak dari cuplikan karya Haji Hasan Mustapa yang ditempel di setiap tulisan dan dihubungkan dengan  pendapat dari para filsuf. Terasa renyah saat dibaca dan pilihan diksinya cukup menarik dan kuat. Seakan-akan antara cuplikan sajak dengan ulasan Kang Asep satu kesatuan. Ini mungkin kelihaian dari sang penulis dalam meramu, mengolah, dan menyajikan percikan pemikiran dari intelektual terdahulu dengan intelektual sekarang. 

Tema-tema yang muncul dari uraian buku di antaranya kesadaran diri yang lemah, egoistik, ketuhanan, tradisi lokal, keberagamaan, ibadah puasa, idul fitri, mudik, dan pesantren. 

Dari seluruh uraian buku, nama tokoh yang dirujuk dan dominan, hampir di seluruh tulisan adalah Haji Hasan Mustapa. Seorang ulama dan sastrawan ternama di Tatar Sunda. Dengan aneka kutipan darinya, saya mengira kang Dr Asep Salahudin belum menemukan orang Sunda lainnya yang 'alim dan memiliki karya tulis yang banyak juga produktif. Karyanya pun sangat khusus kesusastraan Sunda dengan isi seputar keagamaan dan Sunda.  

Dengan judul "Sufisme Sunda" itu, mungkin Kang Asep (atau penerbitnya) ingin menunjukkan Haji Hasan Mustapa sebagai aliran tersendiri di antara ribuan aliran tasawuf atau tarekat yang tersebar di dunia. Ia berhasil menunjukkan sastra Sunda yang bercorak Islam, atau sastra Islam yang menggunakan idiom-idiom lokal Sunda.

Bisa dipahami karena orang Sunda yang Muslim sebelum kemerdekaan belum mengenal banyak idiom-idiom di luar budaya Sunda. Mungkin sedikit orang yang mengenal khazanah budaya di luar budaya Sunda. Benarkah? Saya kira ini perlu ada kajian lagi dengan tema khusus. *** (Ahmad Sahidin)

Sat, 20 Oct 2018 @16:01

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved