AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Hukum Menjadi Anggota Parlemen di Negara Sekuler

image

Soal: Apabila seorang Muslim ingin ikut serta dalam parlemen suatu negara yang sekuler yang tidak sesuai dengan Islam dalam sistem pemerintahannya. Apakah kita menjustifikasi hal ini secara legal?

Jawab: Dalam kasus seperti itu, sang Muslim tersebut mesti mengetahui apakah kehadiran dalam parlemen tersebut dapat menguntungkan Islam. Dia mesti mengetahui apakah kaum Muslimin yang hidup di wilayah tersebut memerlukan seorang yang mewakili mereka, menjaga urusan mereka, memenuhi kepentingan mereka dan mesti berusaha menghalangi pembuatan hukum yang menyiksa mereka dan lain-lain. Oleh karena itu, bila ada kepentingan Islam yang tinggi dalam parlemen tersebut maka partisipasi dia akan dibenarkan. 

Namun, ketika sang Muslim tersebut menjadi anggota parlemen dia mesti melaksanakan hukum Allah dalam segala hukum yang dia setujui dan pilih atau hukum yang dia tentang dan usaha yang dia halangi. Menjadi anggota di parlemen non-Islam tidak menjustifikasi kenyataan bahwa seorang Muslim memilih dan mendukung suatu peraturan yang Allah tidak sahkan. Oleh karena itu, keterikatan pada kepentingan umum yang menjadi acuan tindakannya dalam partai tersebut memberi kemampuan kepada dia untuk menjauhi hukum tertentu, dia bisa menolak mengikuti pemilihan dan lain-lain. Dan mesti disebutkan pula bahwa dia tidak bertanggung jawab atas perundangan non-Islam yang dibuat oleh parlemen tersebut tanpa keikutsertaan sang Muslim tersebut. *** 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Mon, 22 Oct 2018 @17:34

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved