AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Kampanye dengan Memberikan Uang dan Pelayanan Jasa

image

Soal: Apakah kandidat diberi wewenang untuk memotivasi pemilih untuk memilihnya dengan cara memberi materi dan cara yang menggiurkan misalnya dengan menawarkan jasa atau memberikan uang? Dan bagaimanakah status hukum para pemilih kandidat tersebut? 

Jawab: Orang-orang yang menghadapi bujuk rayu itu pernah terperangkap pada situasi tersebut seandainya mereka tidak percaya padanya. Apabila seorang calon memiliki keyakinan kuat pada dirinya sendiri; hal ini tidak berarti bahwa yang lainnya sebaiknya percaya kepadanya. Masing-masing pemilih mesti benar-benar sadar akan tanggung jawabnya dan memasukan permasalahan tersebut, serta dapat menjauhkannya dari keuntungan spiritual. Dia mesti mencari tahu, apakah calon tersebut memiliki kompetensi yang cukup, yang memungkinkan dia menggapainya untuk meraih legitimasi memegang posisi semacam ini.

Apabila pemilih menyimpulkan bahwa kandidat ini memenuhi kompetensi yang diperlukan, maka tak akan bermasalah menerima tawaran dan pelayanan yang diberikan padanya walaupun kita tidak menyukainya. Sebenarnya, dengan beberapa pertimbangan dan beberapa hal (terkadang), hal seperti ini dilarang. Pasalnya, tatkala sang pemilih mendapati sang calon tersebut tidak kompeten untuk posisi yang sedang kita bicarakan, maka dia tidak boleh memilihnya karena terpengaruh nafsu. Dia tidak boleh menerima uang yang diberikan padanya, khususya apabila dia mengetahui bahwa calon tersebut memberikan uang padanya dengan maksud mendapatkan dukungannya; sedangkan dalam batinnya ia telah memutuskan untuk tidak memilihnya. Sesungguhnya dalam kasus semacam ini, dia menerima uang secara haram.

Ada pun kandidat yang menginginkan orang-orang memilihnya, kami menasehati agar para kandidat menjauhi cara yang buruk seperti itu; karena telah melibatkan aspek-aspek dan bentuk-bentuk amoral untuk meraih tujuannya yang dikehendaki. Kendati pun menurut pandangannya cara-cara ini jujur dan mulia. Setiap kandidat mesti mencalonkan dirinya sendiri secara benar. Alangkah baiknya dengan cara mengumumkan program politik dan menyatakan tujuan-tujuan serta prinsip-prinsipnya. Dengan cara ini, ia dapat meyakinkan orang padanya dan progamnya. Ada pun pemberian uang dan pelayanan (agar dirinya terpilih) bukanlah cara yang benar.

Namun, kita tidak berpendapat bahwa memberi uang, membantu manusia (khususnya orang-orang yang fakir dan miskin), dan memuaskan kebutuhan dan tuntutan manusia adalah hal yang dapat dicegah secara hukum; meski semua tindakan ini menguntungkan sang calon. Sebenarnya, yang kita harapkan dari mereka adalah pertolongan yang terus-menerus yang dilakukan setelah pemilihan umum tanpa mempedulikan menang atau kalah. Kita tidak akan mengalami kasus seperti ini, jika sang kandidat tidak mendapati pada dirinya sendiri kompetensi legal dan kemampuan mendapatkan keridhaan Allah ketika ia memangku jabatan ini.***


Soal: Dapatkah kita menilai bahwa cara pemberian uang seperti itu adalah riba yang merusak tatanan masyarakat?

Jawab: Saya tidak menghendaki manusia terbiasa menerima uang untuk memilih hal yang baik dan bermoral karena siapa saja yang biasa mengharapkan uang sebagai bayaran atas perkataan yang benar, maka dia akan mudah terseret mendukung yang salah. Namun, menurut sudut hukum, kita tidak menghadapi masalah Kelegitimasian jika sang kandidat memiliki kompetensi dan keinginan untuk melindungi rakyat dari tekanan atau nafsu orang lain. Dalam kasus ini, dia tidak akan dilarang memberikan uang pada para penyokong untuk memperkuat hubungannya dengan mereka dan uang serta pemilihannya akan dianggap sah.***

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)


Mon, 22 Oct 2018 @17:39

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved