Rubrik
Terbaru
Kirim Artikel & Pertanyaan

ke email: abumisykat@gmail.com

Pustaka (Buku PDF Gratis)
image

 

RSS Feed
Minat beli buku klik covernya
image

Minat BUKU hubungi WA Misykat

AUDIO KAJIAN ISLAM

Instagram MisykatNet
image

.

Follow Twitter Misykat
image

Silahkan ikuti Twitter Misykat

YouTube Misykat TV
image

Subscribe Channel Misykat TV

TATA CARA SHALAT

PENGUNJUNG

Flag Counter

Prof Mulyadhi Kartanegara: Berterima Kasihlah kepada Tuhan

image

Tak seperti biasanya, sore kemarin ketika pulang dari kantor menuju rumah, ada dorongan yang begitu kuat dalam diriku untuk menatap matahari berkali-kali (melalui kacamata hitam) lewat jendela mobil yang aku pandu. Sungguh ia (matahari) itu sangat mempesona hatiku. 

Cahaya didibersitkannya begitu dahsyat dan menyilaukan. Ia terlihat begitun perkasa tapi sekaligus mempesona seperti hendak memanerkan keperkasaan dan keindahan Penciptanya. 

Betapa aku tertegun dengan fakta ini bahwa cukup dengan satu benda yang menyala di angkasa, yang kita sebut matahari, seluruh dunia bisa ia terangi. 

Sungguh ini sesuatu yang tidak sepele, tetapi maha besar dahsyat, meski sering luput dari pantauan, perhatian dan kesadaran kita. Ingat-ingat kapan Anda melihat matahari terakhir kali? 

Bukan hanya itu, akupun tersadarkan "betapa matahari bukan hanya datang untuk menyinari kegelapan dunia, tetapi juga memberi kehidupan, keceriaan, semangat dan kasih sayang, yang untuk menyambutnya, beribu kuntum bunga membuka kelopaknya sambil tersenyum manis, dan beragam burung menyanyikan lagu cinta ceria seakan ingin membalas welas asih yang diberikan dengan ikhlas oleh sang mentari." 

Kejadian kemarin juga mengingatkan aku betapa kita sepatutnya menirukan apa sang mentari lakukan. Sejak jutaan tahun yang lalu tak pernah ia bosan dan henti-hentinya memberikan energi kehidupan kepada bukan saja manusia tetapi juga seluruh makhluk yang ada di jagat raya, yang ia lakukan tanpa pamrih, artinya tanpa meminta balasan apa-apa.

Seperti lilin, ia rela membakar dirinya, musnah ditelan api demi memberikan cahaya bagi kita, manusia dan apa pun yang ada di sekitarnya. Maka, berterima kasihlah kepada Tuhan, yang menundukkan matahari ini (sebagai) karunia besar pada kita manusia. Semoga bermanfaat! ***

Mulyadhi Kartanegara adalah Gurubesar Filsafat Islam

 

Mon, 30 Nov 2020 @11:59

Copyright © 2021 Misykat · All Rights Reserved