AUDIO KAJIAN ISLAM

BERBAGI BUKU ISLAM

TULIS nama, alamat lengkap & nomor HP/WhatsApp pada KONTAK

TATA CARA SHALAT

MEDSOS ISLAM

FACEBOOK Komunitas Misykat

YouTube Channel MISYKAT TV 

YouTube Ngobrol Persatuan Islam 

BAHAN BACAAN
PENGUNJUNG

Flag Counter

Khilafah, Islamisme, dan Pancasila

image

Di negeri kita ini masih ada orang-orang yang tidak ingin Pancasila menjadi asas dan sistem kenegaraan Indonesia. Mereka beranggapan bahwa sistem yang diciptakan pikiran manusia tidak sempurna. Karena itu, menurut orang-orang yang mengkritisi bahwa asas dan sistem yang sempurna layak diterapkan di negara Indonesia.

Yang dimaksud dengan asas dan sistem sempurna oleh mereka adalah yang bukan ciptaan manusia, tetapi mesti dari Yang Mahasempurna yang menurunkan kitab-Nya sebagai pedoman. Dan yang dimaksud dengan pedoman pun adalah kitab suci umat Islam. Selain darinya bagi mereka dianggap tidak sempurna. Inilah di antara argumentasi yang dilayangkan kaum Islamis penanti tegaknya khilafah. ‚Äč

Kalau direnungkan persoalan agama (yaitu kitab suci) sebagai pedoman berkehidupan umat manusia tidak semudah membalik telapak tangan. Teks kitab suci memang suci dari Allah, tetapi saat dipahami melalui penerjemahan maupun penafsiran maka tidak lagi bernilaikan suci. Karena sudah ada kepentingan dan tujuan atas teks suci yang ditafsirkan oleh manusia sampai melahirkan aliran dan kelompok beragama.

Menengok pada kisah Nabi Muhammad saw saat di Madinah. Nabi membangun masyarakat baru dengan membuat rumusan Piagam Madinah, yang merupakan kesepakatan dan ikatan bersama dengan mengacu pada poin-poin kebersamaan untuk menjaga dan melindungi Madinah. Tampak ada unsur kemasyarakatan dan pertimbangan kepentingan bersama yang diwujudkan dalam bentuk Piagam Madinah sebagai payung yang menyatukan seluruh masyarakat di Madinah. Bahkan setelah Rasulullah saw wafat pun dalam proses pemilihan pemimpin tidak ada ketetapan baku, tetapi didasarkan pada umat melalui individu-individu yang punya otoritas di tengah umat Islam. 

Setelah masa empat sahabat (khulafa rasyidin) berkuasa, yang tampak adalah kerajaan yang pimpinannya turun temurun. Sejak masa Umayyah dilanjut Abbasiyah, Umayyah di Spanyol, Fathimiyah dan Mamluk di Mesir, Safawiyah di Persia, Mughal di India,  dan di Turki kekuasaan Usmaniyah (yang dianggap representasi khilafah) tidak bertahan meski orang-orang yang beragama Islam termasuk mayoritas.

Dalam sistem pemerintahan dan kepemimpinan sangat berbeda dengan pola Rasulullah saw di Madinah maupun masa Khulafa Rasyidin. Sehingga terlihat dari sejarah umat Islam tidak ada yang baku (permanen) dalam sistem pemerintahan maupun ketatanegaraan. Akan tetapi, bersifat dinamis dan terkait langsung dengan situasi sosial budaya maupun politik di setiap kawasan tempat tinggal umat Islam. Termasuk di negeri-negeri umat Islam di Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Malaysia.

Di Indonesia para pendiri bangsa sepakat untuk membentuk negara kebangsaan dengan azas Pancasila dengan dukungan kalangan agama, nasionalis, dan sosialis. Karena itu, Pancasila merupakan harga mati untuk dasar kenegaraan dan kebangsaan di masyarakat Indonesia.

Syukur kepada Allah bahwa gerakan Islamisme yang ingin menegakkan khilafah tidak pernah terwujud di zaman modern ini, bahkan ditolak oleh beberapa negara yang dihuni umat  Islam. Juga di Indonesia gerakan khilafah dinyatakan terlarang. Inilah fakta dari kuatnya ideologi Pancasila sebagai dasar dari pemerintahan Republik Indonesia.

Mereka yang tidak setuju dengan Pancasila kalau ingin mengubahnya mesti melalui jalur yang legal dan parlemen. Misalnya dengan membuat sebuah partai kemudian memenangkan pemilu dan menguasai parlemen kemudian melakukan perubahan.

Namun, upaya mereka itu akan jauh dari berhasil. Sejarah mengisahkan gerakan-gerakan dengan mengusung ideologi agama dan komunisme gagal serta tidak banyak dukungan. Sebab bagi masyarakat Indonesia ini bahwa Pancasila sudah menjadi "darah" yang mengalir di seluruh unsur "tubuh" bangsa dan negara Indonesia.

Kalau pun ada yang anti Pancasila maka dianggapnya "penyakit" yang harus segara disembuhkan dan diberi vaksin tubuhnya supaya tidak menjalari seluruh tubuh. Dan terbukti ideologi Islamisme yang mengusung khilafah yang digemborkan HTI dinyatakan terlarang oleh pemerintah RI. ***

Bandung, 30/10/2018
Ikhwan al-Mustafa

 

Fri, 2 Nov 2018 @08:17

Copyright © 2018 Misykat · All Rights Reserved